Angela Tanoesoedibjo Ungkap Besarnya Potensi Pasar Wisatawan Domestik di Indonesia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 406 2297213 angela-tanoesoedibjo-ungkap-besarnya-potensi-pasar-wisatawan-domestik-di-indonesia-4Yy9oKefgn.jpg Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo. (Foto: Kemenparekraf)

PEMERINTAH Indonesia terus berupaya membangkitkan sektor pariwisata di masa pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo bakan menganggarkan pembangunan pariwisata pada tahun 2021 mencapai Rp14,4 triliun.

Hal itu disampaikan lewat RUU APBN 2021 dan nota keuangan 14 Agustus lalu. Kucuran dana tersebut nantinya akan difokuskan pada pembangunan '5 Destinasi Super Prioritas' dan '10 Destinasi Bali Baru' yang telah dicanangkan pemerintah.

Program pembangunan ini juga berkaitan erat dengan potensi pasar domestik yang begitu besar. Menurut Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, pasar domestik hingga saat ini justru masih belum dikelola secara maksimal.

Baca Juga: City Tour di Jakarta saat Libur Panjang, Kunjungi 5 Spot Wisata Menarik Ini

angela

Padahal, bila menilik data pergerakan wisatawan nusantara pada 2019 lalu, mereka dilaporkan telah menyumbang pengeluaran kurang lebih Rp307,35 triliun. Sementara total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada periode yang sama menyentuh angka 16.11 juta orang, dengan total pengeluaran senilai Rp280 triliun.

"Dari data ini bisa kita lihat bersama bahwa wisnus secara kuantitas memang jauh lebih besar dibandingkan dengan wisman. Namun secara rupiah tidak berbeda jauh. Ini adalah potensi market yang bisa kita kembangkan," kata Angela Tanoesoedibjo dalam Workshop Kajian Strategi dan Arah Baru Pembangunan Kepariwisataan Nasional Pasca Covid-19, Rabu (21/10/2020).

Maka dari itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah merancang strategi jangka pendek untuk memulihkan sektor pariwisata pasca-Covid-19. Termasuk di dalamnya meningkatkan spending dari pasar wisatawan domestik.

Hal ini, kata Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, menjadi sangat penting, dan harus direncanakan dengan matang. Terutama memasukkan potensi dari wisatawan outbound yang bisa didorong untuk spending di Indonesia.

Tercatat wisatawan dari Indonesia ke luar negeri di tahun 2018 mencapai 9.5 juta orang dengan pengeluaran rata-rata USD1.090 per pax. Bila ditotalkan, pengeluaran wisatawan outbound mencapai USD10,355 miliar atau setara dengan Rp150 triliun.

"Ini merupakan market yang bisa kita capture juga dalam strategi pengembangan wisatawan nusantara kedepannya," ujar Angela Tanoesoedibjo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini