Ingin Berburu Oleh-Oleh Kain Tenun? Sambangi 5 Desa Wisata Ini

Ilham Rachmatullah, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 408 2297193 ingin-berburu-oleh-oleh-kain-tenun-sambangi-5-desa-wisata-ini-eQQvnjZZTK.jpg Perajin tenun di Desa Sade Lombok. (Foto: Dewi/Okezone)

BANYAK daerah punya ciri khas kain tenun yang diburu untuk oleh-oleh. Kalau dapat ingin harga murah, Anda bisa mengunjungi desa wisata penghasil tenun.

Ada banyak daerah sebagai penghasil tenun dengan kualitas terbaik. Antara lain Sumatera Utara, Palembang, Nusa Tenggara Timur dan beberapa daerah lainnya.

Saat berkunjung ke desa wisata tenun, Anda juga bisa mempelajari corak warna dan belajar membuat kain tenun. Penasaran kan di mana saja tempatnya?

Dilansir Okezone dari Indonesia Travel Rabu (21/10/2020), berikut ini adalah lima desa wisata penghasil kain tenun yang bisa Anda sambangi.

Desa Tenganan, Bali

Selain pantai, pesona wisata lain yang ditawarkan Pulau Dewata tersebut adalah kain tenun. Salah satu desa tradisional di Bali dengan penghasil kain tenun terbaik ada di Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, sebelah Timur Pulau Bali.

Baca Juga: Menparekraf Imbau Masyarakat Disiplin Protokol Kesehatan saat Liburan Cuti Bersama

Kain tenun yang sangat terkenal dari Desa Tenganan ini biasa disebut kain gringsing. Keistimewaan dari kain gringsing buatan Desa Tenganan adalah penggunaan teknik dobel ikat dalam proses pembuatannya. Teknik pembuatan kain tersebut hanya bisa dilakukan oleh masyarakat Desa Tenganan.

Proses pewarnaan kain ini sangat rumit dan dapat memakan waktu lebih dari 1 tahun dengan melalui 3 kali proses pewarnaan alami. Warna kain gringsing ini terdiri dari 3 warna saja, yakni kuning, merah, dan hitam.

Desa Sukarara, Lombok, Nusa Tenggara Barat

 desa sukarara

Lombok terkenal dengan wisata alam dan pantainya yang sudah tersohor bagi kalangan pelancong. Tidak melulu soal wisata alamnya, Pulau Lombok juga menawarkan destinasi wisata berbeda dan unik dari biasanya.

Okezoners bisa berkunjung ke Desa Wisata Sukarara yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah. Desa tersebut dikenal sebagai salah satu desa penghasil kain tenun khas Lombok yang terkenal.

Saat pertama kali masuk dan berkunjung ke desa tersebut, Okezoners akan disambut oleh kesibukan masyakarat setempat yang sedang menenun dan sebagian besar dikerjakan oleh kaum wanita. Selama berada di desa sukarara, Anda bisa menyaksikan langsung, serta belajar membuat kain tenun khas Lombok yang sudah mendunia.

Kalau sudah puas mengamati dan belajar cara menenun, jangan lupa Okezoners untuk membeli kain tenun khas Lombok yang indah dan cantik dari mereka.

 

Desa Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat

 desa

Saat berlibur dan berkunjung ke Lombok, Kain tenun khas Lombok lah yang sudah barang pasti menjadi salah satu barang yang wajib dibeli sebagai oleh-oleh dari lombok. Pasalnya, kain tenun dari Lombok memang dikenal sangat unik dan cantik, sehingga banyak orang yang menjadikan kain ini sebagai buah tangan. Desa Sade menjadi salah satu dari sekian banyak desa penghasil kain tenun terbaik di Lombok.

Desa Sade di Rembitan, merupakan desa tradisional tempat tinggal dari Suku Sasak dan juga perajin kain tenun terbaik. Desa ini memproduksi dua jenis kain tenun, yakni kain tenun ikat yang dikerjakan oleh kaum laki-laki, dan tenun songket yang dikerjakan oleh kaum wanita.

Selama berada di sana, Okezoners bisa belajar menenun dari warga sekitar atau bisa juga berfoto menggunakan baju adat dengan latar rumah-rumah tradisional milik warga Desa Sade.

Desa Watublapi, Nusa Tenggara Timur

Desa Watublapi adalah salah satu desa di NTT yang dikenal sebagai penghasil kain tenun terbaik yang ada di Indonesia. Terletak di Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka,Nusa Tenggara Timur, kain tenun yang dihasilkan oleh para perempuan di kampung ini masih dibuat secara manual dengan menggunakan peralatan tradisional.

Pewarnaannya juga masih sangat alami, berasal dari tumbuhan yang ditemukan di sekitar desa tersebut. Misalnya untuk warna biru menggunakan pohon nila, warna kuning menggunakan akar kunyit, dan lain-lain.

Satu lagi fakta yang menarik dari Desa Watublapi yang harus diketahui adalah bahwa warga di desa ini memiliki kebiasaan untuk membagi tugas. Kaum perempuan biasanya bertugas untuk menenun, sedangkan kaum laki-laki bertugas untuk mengurus tanaman yang dibutuhkan untuk membuat tenun di kebun. Termasuk memanen kapas untuk dijadikan benang.

Desa Adat Prailiu, Sumba, Nusa Tenggara Timur

Kain tenun buatan dan asli dari Sumba memang sudah dikenal di seluruh penjuru dunia. Salah satu penghasil kain indah ini adalah Desa Adat Prailiu yang terletak di Waingapu, Sumba Timur. Di desa tersebut, Okezoners bisa belajar proses menenun dan pewarnaan benang dengan menggunakan bahan-bahan alami yang kebanyakan menggunakan warna benang merah, hitam, kuning dan biru.

Selain bisa melibatkan diri dalam proses menenun kain tenun khas Sumba, Okezoners juga dapat menyelami kekayaan budaya lainnya di Prailiu. Salah satunya adalah rumah adat beratap tinggi yang terbuat dari jerami, yang disebut Uma Hori atau Uma Mbatang. Tidak hanya itu, Anda juga bisa berkesempatan untuk melihat sebuah kuburan purbakala megah, yang biasa disebut Reti oleh penduduk setempat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini