Kembali Dibuka, Destinasi Wisata Goa Pindul Terapkan Transaksi Nontunai

Kamis 22 Oktober 2020 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 406 2297553 kembali-dibuka-destinasi-wisata-goa-pindul-terapkan-transaksi-nontunai-NwpxuQemAA.JPG Pengunjung objek wisata Goa Pindul, DIY (Foto: Instagram/@goa.pindul)

PENGELOLA kawasan wisata Goa Pindul di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaen Gunungkidul, DIY kini bisa bernapas lega.

Sebab, dinas pariwisata setempat resmi mengizinkan pembukaan kembali objek wisata tersebut. Namun, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tetap harus diterapkan secara ketat.

“Kami siap menerapkan protokol kesehatan seperti membatasi jumlah pengunjung, Jaga jarak hingga wajib memakai masker dan menyediakan fasilitas cuci tangan di sekitar lokasi,” kata Inisiator Wirawisata Goa Pindul, Yudan Hermawan, menyitir laman KRjogja, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: 5 Kuliner Yogyakarta yang Tak Boleh Anda Lewatkan

Menurutnya, Wirawisata sebagai salah satu operator harus menelan pil pahit imbas pemda menutup wisata tersebut sejak akhir Maret 2020. Padahal hingga awal tahun 2020, setiap pekan kawasan wisata yang menjadi viral ini tidak kurang dikunjungi 2000 orang pada setiap akhir pekan (Sabtu-Minggu).

Tak heran, operator mampu meraup sekira Rp200-300 juta setiap bulannya. Namun, pandemi Covid-19 benar-benar memukul seluruh operator termasuk insan pariwisata di Kabupaten Gunungkidul.

“Saat pembukaan, sudah ada pelanggan yang kembali mengunjungi Goa Pindul, namun jumlahnya sekira 100 orang. Sebagian berasal dari luar kota yang memesan paket wisata lewat online. Selama pandemi, kami hanya menerima pembayaran secara nontunai,” terang Yudan.

Ia menambahkan, akibat pandemi, beberapa anggota Wirawisata harus kembali ke pekerjaan semula seperti menjadi petani atau pedagang di pasar.

Namun, ia tetap mengingatkan bahwa peristiwa alam ini hendaknya menjadi refleksi diri. Alam menempuh caranya sendiri untuk 'menenangkan diri' dan menjadi momentum untuk menjaga kelestariannya.

“Biarkan alam menenangkan diri setelah puluhan tahun riuh. Kami juga menyediakan makanan dalam boks guna memenuhi protokol kesehatan dan memanfaatkan marketing online dalam menjaring pelanggan yang sudah rindu untuk berekreasi,” kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini