Angela Tanoesoedibjo: Pelaku Pariwisata Indonesia Harus Siap Berkompetisi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 406 2297556 angela-tanoesoedibjo-pelaku-pariwisata-indonesia-harus-siap-berkompetisi-M1N6OjL7kR.JPG Wamenparekraf, Angela Tanoesoedibjo (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

WAKIL Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoebdijo optimis sektor pariwisata Indonesia dapat bangkit kembali pasca pandemi Covid-19.

Namun di masa new normal ini, Angela meminta pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif sigap melihat perubahan tren wisata di kalangan wisatawan.

Bukan tanpa alasan, pandemi Covid-19 memang telah memengaruhi industri pariwisata di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Industri pariwisata seperti direset kembali ke titik nol. Ini semua dikarenakan situasi pandemi Covid-19 yang membutuhkan pembatasan pergerakan manusia agar penyebaran dapat terkontrol.

"Padahal, nature dari pariwisata adalah pemanfaatan pergerakan manusia. Mengajak turis untuk experience atau menikmati berbagai destinasi dan produk pariwisata. Experience yang tidak bisa digantikan dengan digital," terang Angela dalam workshop Kajian Strategi dan Arah Baru Pembangunan Kepariwisataan Nasional Pasca Covid-19, Rabu 21 Oktober 2020.

Baca juga: Angela Tanoesoedibjo Ungkap Besarnya Potensi Pasar Wisatawan Domestik di Indonesia

Seperti kebanyakan sektor lainnya, dirinya mengatakan bahwa pada akhirnya sektor yang masih bisa bertahan di tengah pandemi ini adalah sektor yang telah bertransformasi ke digital.

Hal tersebut tentu sangat berbeda bila dibandingkan dengan pariwisata, di mana experience atau pengalaman menjadi poin utama. Contohnya, ketika wisatawan memutuskan untuk berlibur ke Bali tentu mereka ingin merasakan secara langsung suasana pantai seperti menginjak pasir, menghirup udara segar, hingga merasakan air laut.

"Pengalaman atau experience seperti ini tidak dapat dilakukan dengan hanya melihat video atau foto Bali atau pantai atau pasir. Jadi memang experience pariwisata secara fisik tidak dapat digantikan," tegas Angela.

Oleh karenanya, mengusung harapan vaksin segera terealisir dan pandemi segera berakhir, diperkirakan ada tren pariwisata baru pasca pandemi Covid-19. Wisatawan jauh lebih peduli terhadap hal-hal kesehatan, keamanan, kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Sehingga ke depannya, akan ada shifting preferensi pemilihan produk pariwisata serta destinasi pariwisata, terutama, turis dengan jarak tempuh yang jauh.

Pasca-pandemi Covid-19, pelaku wisata di Indonesia juga perlu mengantisipasi kompetisi dari semua negara yang bertumpu pada pariwisata.

"Semua akan berlomba-lomba untuk berebut turis masuk ke negaranya dengan berbagai insentif dan program, serta di saat yang bersamaan, akan menahan warganya untuk tetap mengonsumsi produk pariwisata di dalam negeri masing-masing," paparnya.

Demi mengantisipasi hal ini, Angela menegaskan bahwa Indonesia harus segera menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah.

Salah satunya dengan memaksimalkan potensi market yang belum tergarap, dan masih terkonsentrasinya wisatawan kepada beberapa destinasi di Indonesia.

"Selain itu, tantangan yang kita hadapi saat ini adalah perubahan market demand. Semuanya harus bisa segera kita antisipasi dan hadapi, serta kita juga harus bisa berkompetisi," kata Angela menandaskan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini