Viral 2 Pendaki Bugil Berpose di Lokasi Sakral Gunung Gede Pangrango

Salman Mardira, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 406 2297921 viral-2-pendaki-bugil-berpose-di-lokasi-sakral-gunung-gede-pangrango-D5LX8LtTid.jpg Gunung Gede Pangrango (cianjurkab.go.id)

AKSI dua pendaki tanpa pakaian alias bugil berpose di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Jawa Barat menghebohkan jagad maya usai fotonya viral di media sosial. Balai Besar TNGGP menyayangkan ulah pria tersebut dan akan mempelajari apakah ada unsur pelanggaran UU ITE atau Pornografi.

“Terkait publikasi foto tersebut, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sangat menyesalkan perbuatan tersebut karena bertentangan dengan norma agama dan sosial,” kata Kepala Balai Besar TNGGP Wahju Rudianto dalam siaran pers, Kamis (22/10/2020).

Pendaki yang belum diketahui identitasnya itu diduga berpose bugil di Alun-Alun Suryakencana TNGGP. Foto itu kemudian beredar di media sosial dan di-repost pada akun Instagram @exploregunung_ serta @mountnesia, pada Rabu 21 Oktober 2020 sekitar pukul 18.36 WIB dan diikuti oleh beberapa akun media sosial lainnya.

Baca juga: Pendakian Gunung Gede Pangrango Kembali Dibuka, Dibatasi 300 Orang Per Hari

Pantauan Okezone, Kamis, kedua akun Instagram tersebut sudah menghapus foto pendaki bugil di TNGGP dengan alasan moral dan etika.

ilustrasi

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (Okezone.com/Salman Mardira)

Wahju Rudianto menjelaskan, dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) Pendakian disebutkan bahwa pendaki di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dilarang melakukan perbuatan yang melanggar kesopanan, meresahkan, perbuatan tidak menyenangkan, asusila atau perbuatan lain sejenis.

“Untuk mencegah kegiatan tersebut terulang kembali, kami mengajak seluruh pihak dan masyarakat yang bergerak di bidang pendakian dan wisata alam untuk bersama-sama melakukan edukasi “pendaki cerdas” kepada pengunjung khususnya pendaki gunung,” ujar Wahju.

Baca juga: Kembali Dibuka, Ini 11 Protokol Pendakian Gunung Gede Pangrango

Menurutnya tempat yang diindikasi dalam foto tersebut yakni Alun-alun Suryakencana merupakan lokasi dianggap sakral bagi masyarakat Jawa Barat khususnya Cianjur.

“Oleh karena itu BBTNGGP bersama masyarakat sekitar kawasan meminta kepada pemilik akun IG @eyi_oei dan @bondanramadhani_ agar menghapus unggahan foto asusila tersebut dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui media sosial yang bersangkutan kepada masyarakat Jawa Barat.

Kepada para netizen yang ikut mengunggah atau repost foto tersebut, lanjut Wahju, diminta untuk tidak menyebarluaskan dan segera menghapusnya.

“Langkah selanjutnya Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango akan berkoordinasi dengan pihak berwajib terhadap kemungkinan terjadinya pelanggaran peraturan perundangan terkait ITE dan atau Pornografi.”

Sebagaimana diketahui, pendakian Gunung Gede Pangrango dibuka kembali sejak Rabu 21 Oktober 2020, setelah sempat ditutup karena Covid-19. Calon pendaki diwajibkan mendaftar secara online sebelum naik TNGGP dan wajib membawa surat keterangan sehat.

Jumlah pendaki dibatasi 300 orang per hari atau 25% dari kuota harian normal. Pendaki diwajibkan menaati 11 protokol kesehatan pendakian untuk mencegah penularan Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini