Angela Tanoesoedibjo: Dana Hibah Pariwisata Rp3,3 Triliun Kembalikan Kepercayaan Wisatawan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 406 2298281 angela-tanoesoedibjo-dana-hibah-pariwisata-rp3-3-triliun-kembalikan-kepercayaan-wisatawan-4bGYxGLuI7.jpg Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo. (Foto: Kemenparekraf)

PANDEMI Covid-19 telah melumpuhkan perekonomian secara global, termasuk sektor pariwisata. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pun terus berupaya membangkitkan kembali industri pariwisata Tanah Air yang sempat mati suri.

Setelah meluncurkan program Indonesia Care, Kemenparekraf telah menyiapkan dana hibah pariwisata senilai Rp3.3 triliun kepada 101 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi sebagai bagian dalam penanganan dampak ekonomi dan sosial akibat Covid-19 terutama pada sektor pariwisata.

Sebanyak 101 daerah tersebut terkurasi berdasarkan beberapa kriteria, yaitu ibu kota 34 provinsi berada di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan 5 Destinasi Super Prioritas (DSP), daerah yang termasuk 100 Calendar of Event (COE), destinasi branding, juga daerah dengan pendapatan dari Pajak Hotel dan Pajak Restoran (PHPR) minimal 15 persen dari total PAD tahun anggaran 2019.

Baca Juga: Rasakan Sensasi Wisata Orchid Forest Cikole yang Instagramable

angela

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengatakan, dengan adanya dana hibah pariwisata ini para pelaku wisata dan ekonomi kreatif di Indonesia diharapkan dapat segera berbenah diri, sehingga industri pariwisata bisa bangkit kembali.

"Kita harus bisa memanfaatkan program dana hibah pariwisata ini secara maksimal. Sehingga dibutuhkan kerja sama antarstakeholders pariwisata untuk meningkatkan kualitas destinasi di daerah masing-masing, termasuk disiplin mengimplementasikan protokol kesehatan yang ketat. Dengan demikian, saya yakin kepercayaan publik dan konsumsi pariwisata akan meningkat," ujarnya dalam Rapat Koordinasi dan Review Rencana Kerja Dana Hibah Pariwisata Tahun 2020 Kelompok III, Jumat (23/10/2020).

 

Lebih lanjut, Wamenparekraf Angela menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 tidak dapat dipungkiri telah menimbulkan ketakutan di kalangan wisatawan. Ada rasa kekhawatiran yang melanda mereka ketika berada atau menggunakan fasilitas publik.

Faktor ketakutan inilah yang menjadi isu penting dan harus segera dihadapi. Kemenparekraf sendiri telah meluncurkan program Indonesia Care (I Do Care) sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan.

Program tersebut mengimplementasikan protokol kesehatan yang mengacu pada konsep CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environtmental Sustainability) di sejumlah destinasi wisata. Salah satu turunannya adalah pemberian sertifikasi CHSE gratis kepada destinasi atau daerah yang telah menerapkan protokol kesehatan ketat dan sesuai standar.

Maka dari itu, dengan adanya dana hibah pariwisata sebesar Rp3,3 triliun, diharapkan seluruh stakeholders pariwisata dapat memanfaatkannya secara maksimal.

"Program dana hibah pariwisata ini akan berlangsung hingga Desember 2020, sehingga dibutuhkan komitmen dan kerja keras untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi yang aman dan bersih. Saya sektor pariwisata kita punya peluang pulih lebih cepat dengan negara lain," tutup Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini