Potensi Kain Tenun di Labuan Bajo Bisa Berkembang, Asal...

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 406 2298358 potensi-kain-tenun-di-labuan-bajo-bisa-berkembang-asal-w3WBVfDQiJ.jpg Ilustrasi. (Foto: Budaya Indonesia)

KULINER, fashion dan seni kriya di Labuan Bajo dipromosikan kepada wisatawan. Ada banyak tren dari ketiga bidang tersebut yang belum dikenal luas oleh wisatawan.

Konsultan Ahli Kuliner Vita Datau mengatakan, spending terbesar wisatawan saat ke Labuan Bajo yaitu untuk berbelanja makan, minuman, dan oleh-oleh. Hal ini dapat memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat lokal. Maka dari itu, atraksi kuliner di Labuan Bajo harus dikembangkan.

“Sebagai contoh, terdapat sebuah desa di Manggarai Barat yang memproduksi gula sendiri. Ini merupakan potensi yang sangat baik untuk mengembangkan atraksi kuliner. Wisatawan bisa terjun langsung dalam proses pembuatan gula tersebut. Sehingga, bisa menciptakan daya tarik wisata kuliner baru,” kata Vita Datau lewat keterangan resmi Kemenparekraf, Jumat (23/10/2020).

Baca Juga: Long Weekend, KAI Tambah Perjalanan Kereta Api 13%

labuan bajo

Vita Datau menyebut bahwa tren kuliner dunia yang sedang dicari wisatawan adalah kuliner sehat, Setiap sajian makanan harus bergizi, sehingga sangat pas menjadi ajang untuk mengangkat produk lokal.

Di Labuan Bajo bahan pangan ikan, sayur, dan produk kuliner khas lainnya juga melimpah. Oleh karena itu, peningkatan terhadap kualitas produk lokal sangat diperlukan.

 

Konsultan Ahli Fesyen Aprina Murwanti juga menuturkan potensi lokal utama fesyen di Manggarai Barat yang dapat dikembangkan yaitu kain tenun. Namun, tantangan dalam mengembangkan kain tenun ini adalah belum terbentuknya ekosistem busana fesyen tenun.

“Untuk mendukung pengembangan produk fesyen tersebut diperlukan kolaborasi dengan desainer dalam mengelola busana secara berkelanjutan. Karena, para penenun belum terbuka sama sekali dengan dunia fesyen. Selain itu, perlu pengembangan ragam hias dan tekstur tenun, serta memberikan kesempatan kepada penenun untuk melakukan showcase,” ungkap Aprina.

Sementara itu, menurut Konsultan Ahli Kriya Fauzy Prasetya Kamal, untuk meningkiatkan kualitas, para perajin kriya bisa menuangkan keahliannya ke dalam pengetahuan. Sehingga keahlian tersebut tidak memperoleh refund digenerasi berikutnya.

“Melihat kondisi tersebut, perlu ada peningkatan kompetensi SDM, agar pengrajin kriya memiliki kemampuan dalam menuliskan keahlian mereka. Karena dalam pengembangan karya kreatif tidak hanya produknya saja yang ditingkatkan, tetapi sumber daya manusianya juga perlu mendapat perhatian. Sehingga, regenerasi pengrajin kriya akan terus ada,” ujar Fauzy.

Dengan pengembangan produk-produk kreatif lokal unggulan, dapat memberikan kontribusi pada pariwisata yang berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif di Labuan Bajo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini