Minta Maaf, 2 Pendaki Ini Ungkap Alasan Bugil di Gunung Gede Pangrango

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 406 2298515 minta-maaf-2-pendaki-ini-ungkap-alasan-bugil-di-gunung-gede-pangrango-WV6TbdVGJ3.jpg Gunung Gede Pangrango (cianjurkab.go.id)

DUA pendaki pria yang nekat melakukan foto bugil di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Jawa Barat akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia. Keduanya mengaku berpose telanjang untuk riset.

Permintaan maaf disampaikan pendaki bernama Eyi dan Bondan Ramadhani melalui video di media sosial. Pernyataan keduanya ikut dibagikan ulang oleh akun Instagram @prau_mountain seperti dikutip Okezone, Jumat (23/10/2020).

Dalam video berdurasi dua menit itu, Eyi dan Bondan Ramadhani berpose bugil untuk kepentingan dokumen riset. Keduanya diketahui sebagai mahasiswa seni di salah satu universitas di Jakarta.

Baca juga:  Viral 2 Pendaki Bugil Berpose di Lokasi Sakral Gunung Gede Pangrango

Berikut pernyataan permintaan maaf Eyi dan Bondan usai viral berpose bugil di Gunung Gede Pangrango.

"Halo saya Eyi dan Bondan Ramadhani. Kami berdua ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh teman-teman. Yang kurang berkenan dan tidak menyukai postingan kami di Instagram pribadi milik kami, khususnya untuk masyarakat Jawa Barat dan juga teman-teman pendaki Indonesia.

 

Kami juga ingin klarifikasi terhadap foto yang kami unggah di sosial media. Bahwasanya foto itu adalah bagian dari riset kami, riset artistik kami yang bertema fast fashion yang menuju kepada nudism.

Dan nudism ini, kali ini tubuh sebagai ekspresi, manifestasi prima pure manusia. Juga imaji tubuh telanjang bisa digunakan sebagai protes advokasi.

Baca juga:  Viral Gegara Foto Bugil Pendaki, Ini 5 Pesona Gunung Gede Pangrango

Jadi, dapat mengubah sudut pandang masyarakat atau orang-orang di sekitar. Jadi nudism yang dimaksud di sini itu menyuarakan atau protes atau advokasi melalui tubuh yang biasanya disuarakan untuk hak-hak individu atau mungkin perjuangan gender, seperti itu.

Dan kami juga mengakui kesalahan atas ketidakcermatan dalam menempatkan dokumen riset dalam sosial media kami, khususnya Instagram ya. Yang mungkin bisa disalahgunakan dan diinterpretasi ulang fotonya.

Jadi dapat berbeda konteksnya dari yang kita maksud. Dan di sini kami belajar dari kesalahan, sehingga mungkin ke depannya kita dapat lebih baik dan memilah apa yang harus kita posting serta lebih bijak dalam memosting sesuatu yang mungkin akan menjadi tidak baik nantinya.

Sekali lagi kami memohon maaf untuk teman-teman dan masyarakat Jawa Barat juga teman-teman pendaki. Semoga permintaan maaf dan penjelasan kami di sini dapat diterima dengan baik. Terima kasih banyak."

Sebelumnya, aksi dua pendaki berpose bugil di Gunung Gede Pangrango viral di media sosial dan menuai kecaman netizen. Balai Besar TNGGP menyayangkan ulah dua pria tersebut.

“Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sangat menyesalkan perbuatan tersebut karena bertentangan dengan norma agama dan sosial,” kata Kepala Balai Besar TNGGP Wahju Rudianto dalam siaran pers, Kamis 22 Oktober 2020.

Wahju Rudianto menambahkan, dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) Pendakian disebutkan bahwa pendaki di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dilarang melakukan perbuatan yang melanggar kesopanan, meresahkan, perbuatan tidak menyenangkan, asusila atau perbuatan lain sejenis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini