Indonesia Buka Pintu untuk Singapura, Bintan Siap Sambut Wisatawan Mancanegara

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 24 Oktober 2020 19:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 406 2298897 indonesia-buka-pintu-untuk-singapura-bintan-siap-sambut-wisatawan-mancanegara-84fkCHyCg9.jpg Pulau Bintan (Indonesia Travel)

INDONESIA dan Singapura sepakat membuka Pengaturan Koridor Perjalanan atau Travel Corridor Arrangement (TCA). Sesuai kesepakatan, TCA/RGL akan berlaku 14 hari setelah atau mulai Senin 26 Oktober 2020.

Itu artinya, warga Singapura sudah bisa kembali memasuki Indonesia, begitu pun sebaliknya. Namun untuk saat ini, TCA hanya akan berlaku untuk perjalanan bisnis essensial dan perjalanan diplomatik dan kedinasan yang mendesak dan tidak dapat digunakan untuk perjalanan biasa atau perjalanan wisata.

Baca juga: Fakta-Fakta Menarik Taman Nasional Baluran, Afrikanya Indonesia 

Selain itu, penerapan protokol kesehatan yang ketat akan menjadi bagian utama dari TCA/RGL.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan Wan Budi mengatakan, para pelaku pariwisata Bintan sudah siap bila ke depannya, kebijakan TCA/RGL diperluas hingga mencakup kegiatan leisure/wisata.

"Bintan itu zona hijau, jadi bisa di bilang aman. Apalagi kawasan Lagoi yang selama ini memang terkenal eksklusif. Kami juga sudah menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Pengadaan swab test juga sudah mulai kita lengkapi," ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (24/10/2020).

Baca juga: Angela Tanoesoedibjo: Dana Hibah Pariwisata Rp3,3 Triliun Kembalikan Kepercayaan Wisatawan

Kabupaten Bintan telah mendapatkan sertifikasi Indonesia Care yang diberikan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat Rapat Koordinasi Pimpinan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19 (PEN-PEC) beberapa waktu lalu.

Hal ini secara tidak langsung menunjukkan kesiapan Bintan dalam menyambut kunjungan wisatawan di masa pandemi, bahkan pasca pandemi Covid-19 sekali pun.

Di samping itu, Wan Budi mengatakan bahwa pintan juga punya alternatif akses dan pasar yang berpotensi menggaet kembali wisatawan mancanegara.

"Pelaku wisata di Bintan sebetulnya hanya minta buka untuk wisatawan Singapura saja. Kita juga punya alternatif pasar seperti Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang. Dua tahun lalu mereka datang menggunakan flight charter. Strategi ini bisa digunakan lagi," ungkap Wan Budi.

Lantas, aktivitas apa saja yang bisa dijajal wisatawan bila Bintan sudah dapat disambangi oleh wisatawan mancanegara?

"Bintan itu destinasi dengan luas sekira 24.000. Aktivitas wisatanya cukup banyak. Mulai dari alam terbuka, resort, snorkeling, diving, dan masih banyak lagi. Jadi kalaupun wisatawan hanya bisa berwisata di wilayah kami, mereka tetap akan terhibur dan puas," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini