30 Ribu Wisatawan Diperkirakan Kunjungi TMII saat Libur Panjang Akhir Oktober

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 24 Oktober 2020 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 406 2298936 30-ribu-wisatawan-diperkirakan-kunjungi-tmii-saat-libur-panjang-akhir-oktober-MARyEpEpZh.jpeg Istana Anak Indonesia, TMII, Jakarta Timur (Foto Traveloka)

TAMAN Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur siap menyambut kunjungan wisatawan pada cuti bersama dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW mulai 28 Oktober hingga 1 November 2020. Protokol kesehatan diperkatat guna mengantisipasi lonjakan pengunjung.

Kabag Humas TMII Sahda Silalahi memprediksi 30 ribu wisatawan akan berkunjung ke TMII pada libur panjang akhir bulan ini dan puncaknya pada 1 November.

"Kami sudah terbiasa menghadapi kunjungan wisatawan di masa liburan panjang. Bahkan sebelum pandemi, jumlahnya bisa sampai 40 ribu kunjungan per hari. Ditambah lagi, sekarang kebanyakan pengunjung yang datang ke TMII kan masih didominasi para pegowes. Jadi bisa dibilang kami sangat siap," ujar Sahda saat dihubungi Okezone, Sabtu (24/10/2020).

Untuk itu, mulai sekarang pihak TMII fokus memperketat pelaksanaan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya klaster baru Covid-19 di sektor pariwisata.

Baca juga: Menparekraf Imbau Masyarakat Disiplin Protokol Kesehatan saat Liburan Cuti Bersama

"Kesiapan lebih memperhatikan kebersihan dan keamaanan di dalam TMII, terutama protokol kesehatan. Kami sudah siapkan tim khusus. Yang pasti sih kita semakin waspada," kata Sahda.

Sahda menjelaskan, para petugas di lapangan akan memonitor sekaligus mengimbau wisatawan agar tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.

Protokol kesehatan diterapkan di Taman Mini Indonesia Indah di antaranya penyemprotan cairan disinfeksi pada setiap kendaraan yang memasuki area TMII. Setiap pengunjung juga wajib diukur suhu tubuhnya, mengenakan masker, dan mencuci tangan di tempat yang telah disediakan.

Baca juga: Strategi Kemenparekraf Bangkitkan Pariwisata Indonesia

"Selain itu, pihak TMII juga mengurangi kuota kunjungan hingga 25% dari kapasitas maksimal. Jumlah tersebut berkurang hingga 50% dari total kuota pada masa transisi PSBB awal.

"Dari awal sudah ketat. Sekarang kita perketat lagi karena kasus penyebaran Covid-19 itu masih sangat tinggi. Jadi kami mendukung program pemerintah untuk memutus mata rantai penularan. Oleh karena itu, kuota kunjungan dibatasi menjadi 25% atau 10.000 orang per hari," tegas Sahda.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini