Sederet Warung Jajanan Legendaris Jogja Ini Wajib Dikunjungi

Putri Aliya Syahidah, Jurnalis · Minggu 25 Oktober 2020 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 25 301 2299123 sederet-warung-jajanan-legendaris-jogja-ini-wajib-dikunjungi-Lid8PmoR5P.JPG Oseng mercon Bu Narti (Foto: Indonesia Travel)

BERKUNJUNG ke Yogyakarta belum lengkap rasanya kalau tidak mencoba beragam kulinernya yang melegenda. Selain harganya yang murah, tekstur serta rasa dari jajanan tradisionalnya sangat khas karena masih menggunakan resep turun temurun.

Karena letaknya di pinggir jalan, beberapa warung jajanan tradisionalnya mudah ditemui oleh wisatawan. Penasaran apa saja ? Mengutip dari laman Indonesia Travel, yuk simak lima warung jajanan legendaris Jogja ini yang wajib Anda dikunjungi.

Lumpia Samijaya

Jika mengunjungi wilayah Malioboro, Anda harus mencoba Lumpia Samijaya. Lumpia adalah makanan tradisional yang diisi dengan berbagai bahan seperti rebung, bengkuang, dan telur puyuh.

Ditemukan sejak 1976 oleh orang lokal bernama Nur Seto dan suatu hari wisatawan internasional maupun daerah membelinya sebagai oleh-oleh untuk dibawa ke rumah.

Baca juga: 5 Tipe Traveler di Indonesia, Kamu yang Mana?

Lokasinya berada di Jalan Malioboro Nomor 18, Suryatmajan, Danurejan, Yogyakarta. Harga yang ditawarkan tergolong murah yakni sekitar Rp3 ribu hingga Rp4 ribu per buahnya.

Kopi Joss Angkringan Lik Man

Di sini, Anda bisa menikmati secangkir kopi joss yang dimana merupakan kopi hitam dengan arang panas. Warung ini sudah dijalankan oleh tiga generasi dan pelopornya adalah ayah Lik Man yang secara tidak sengaja memasukkan arang panas ke dalam kopi hitamnya, ternyata rasanya lebih enak.

Angkringan Lik Man berlokasi di Jalan Wongsodirjan, Gedong Tengen, Sosromenduran, Yogyakarta. Harganya hanya Rp4 ribu dan wisatawan dapat merasakan kehangatan kopi serta menikmati indahnya pemandangan malam di kota ini.

Wedang Ronde Mbah Payem

Salah satu minuman yang terkenal dan asli dari Jawa adalah wedang ronde, minuman jahe hangat dengan nasi ketan isi kacang. Minuman yang memberi kenyamanan favorit orang Jawa, terutama diminum pada malam yang dingin di Yogyakarta.

Wedang Ronde Mbah Payem

(Foto: Indonesia Travel)

Wedang Ronde Mbah Payem adalah warung wedang legendaris di Yogyakarta yang sering dikunjungi Soeharto, mantan presiden Republik Indonesia. Wedang Ronde milik Mbah Payem berbeda dari yang lain karena rasanya yang luar biasa kaya dan butiran halus kacang di dalam bola beras ketan (ronde) menambah kerenyahannya.

Berbeda dengan pabrik pembuat ronde, untuk membuatnya Mbah Payem masih menganut cara tradisional yaitu menumbuk dan mengayak. Lokasinya berada di Jalan Kauman, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta. Anda dapat membayar seporsi wedang ronde dengan harga relatif murah yakni Rp7 ribu saja.

Oseng Mercon Bu Narti

Tantang diri Anda dengan mencoba Oseng Mercon Bu Narti yang super pedas. Secara harfiah berarti tumis "petasan", oseng mercon adalah hidangan tumis yang menggoda selera Anda dengan rasanya yang sangat pedas.

Diyakini sebagai penggagas oseng mercon, warung Bu Narti sudah populer sejak berdiri pada 1998 dan saat ini dikelola oleh putrinya. Warung ini buka mulai sore dan akan dipenuhi pengunjung saat malam hari.

Di sini, daging sebanyak 50 kilogram akan dicampur dengan 6-10 kilogram cabai rawit setiap hari. Jika Anda penggemar sejati makanan pedas, berkunjunglah pada Sabtu malam karena saat itu warung ini akan menambah jumlah cabainya. Dimulai dari Rp25 ribu, harganya berdasarkan menu yang akan dipilih dan lokasinya berada di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Purwodiningratan, Yogyakarta.

Jajanan Pasar "Mbah Satinem"

Mbah Satinem adalah penjual makanan tradisional yang sudah berjualan lebih dari 50 tahun dan diketahui oleh masyarakat setelah Presiden Soeharto memuji dagangannya.

Warung Mbah Satinem buka setiap pagi di Jalan Bumijo, Jetis, dan pelanggan setianya terlihat berbaris di luar warungnya. Oleh karena itu selalu dibantu oleh putrinya mulai membagikan nomor antrian agar pelanggan tidak berkelahi.

Jajanannya tergolong istimewa karena dibuat dengan resep klasik dan cara tradisional seperti menggunakan tungku kayu bakar untuk membuat kuenya yang resepnya didapat dari mbok alias Mbah Satinem.

Jajanan yang paling terkenal lezat adalah kue lupis, yaitu kue manis tradisional Indonesia yang terbuat dari beras ketan dan gula cair dan yang membuatnya terkaramelisasi dengan baik. Walaupun Mbah Satinem sudah meninggal dunia, warungnya dilanjutkan oleh anaknya.

Jajanan Pasar

(Foto: Instagram/@indonesiacreativehouse)

Satu porsi lupis, gatot (produk olahan singkong tradisional dari Gunung Kidul, Yogyakarta), tiwul (singkong dicampur gula merah dan kelapa parut kukus), dan cenil (bola-bola tepung singkong kecil yang diwarnai merah dan direbus), dibuat oleh Mbah Satinem.

Semuanya dibanderol dengan harga sekitar Rp5 ribu. Paket lengkapnya terdiri dari enam jenis jajanan yang biasa dipesan untuk acara dan dijual dengan harga lebih tinggi.

Selain yang ada di atas, masih banyak makanan khas Jogja yang dapat dieksplor dengan harga terjangkau. Bagaimana, tertarik mencobanya bukan?

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini