Libur Long Weekend, Kepulauan Seribu Batasi Kuota Penginapan 50 Persen

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 25 Oktober 2020 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 25 406 2299111 libur-long-weekend-kepulauan-seribu-batasi-kuota-penginapan-50-persen-Qq8jXrW9Vh.JPG Wisata Kepulauan Seribu (Foto: Instagram/@mattrif)

PEKAN depan masyarakat Indonesia kembali menikmati momen liburan panjang karena bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Sejumlah objek wisata di Jakarta pun telah melakukan berbagai persiapan, termasuk Kepulauan Seribu.

Sejak dicabutnya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total, jumlah wisatawan di Kepulauan Seribu sudah mulai mengalami peningkatan, terutama di momen akhir pekan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Sudin Parekraf Kepulauan Seribu Dinas Parekraf DKI Jakarta, Puji Astuti.

Baca juga: Libur Panjang Akhir Oktober, Bintan Tawarkan Paket Murah Berwisata ke Pulau Eksklusif

"Total jumlah kunjungan kunjungan hari ini (Sabtu kemarin) 1.433 wisatawan. Sementara pekan lalu, Sabtu dan Minggu hanya 2.261 orang," ujarnya saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, Sabtu, 24 Oktober 2020.

Wisata Kepulauan Seribu

(Foto: Instagram/@pulauseribuofficial)

Sementara untuk persiapan cuti bersama atau libur long weekend yang jatuh pada 28-30 Oktober mendatang, Puji mengatakan bahwa pihaknya fokus mengutamakan protokol kesehatan.

Akan ada petugas yang memantau dan memonitor kegiatan wisatawan, baik saat hendak melakukan penyeberangan di dermaga dan setelah sampai di destinasi tujuan.

Wisatawan juga wajib memakai masker, mencuci tangan ditempat yang sudah disiapkan, dan selalu menjaga jarak.

Selain itu, kapasitas kapal dan tempat penginapan juga dibatasi hingga 50 persen untuk memastikan setiap wisatawan benar-benar menjaga jarak sosial.

"Libur long weekend, Kepulauan Seribu tetap dibuka dan tetap mengutamakan protokol kesehatan bagi yang berkunjung. Namun sejauh ini, secara protokol kesehatan wisatawan sudah patuh. Saat turun dari kapal pun petugas kita sigap meminta mereka mencuci tangan. Hanya saja masih ada yang sering menaruh masker di dagu, jadi tetap harus diingatkan," tutup Puji.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini