Petroleum Geoheritage Wonocolo, Desa Wisata Migas Peninggalan Belanda

Putri Aliya Syahidah, Jurnalis · Minggu 25 Oktober 2020 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 25 408 2299126 petroleum-geoheritage-wonocolo-desa-wisata-migas-peninggalan-belanda-foCBSZV97e.JPG Petroleum Geoheritage Wonocolo, desa wisata migas pertama peninggalan Belanda (Foto: Instagram/@discoverbojonegoro)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro resmi membuka Geoheritage Petroleum Wonocolo sebagai pusat wisata migas pertama di Indonesia.

Lokasinya berada di Desa Wonocolo, Bojonegoro, Jawa Timur. Destinasi ini amat diminati wisatawan dalam negeri maupun internasional.

Berdiri sejak seabad lalu, tempat penambangan minyak ini merupakan peninggalan Belanda dan sampai sekarang masih terjaga kemurniannya.

Merupakan gabungan dari dua kata yakni Wono yang berarti hutan dan Colo yaitu minyak dan oleh karenanya dinamakan Desa Wonocolo.

Lokasinya berada di kawasan perbukitan, menjadikan lingkungan penambangan minyak dan gas ini seperti alam yang berada di wilayah Texas, Amerika Serikat (AS). Sehingga destinasi ini dijuluki sebagai Texas-nya Indonesia.

Aktivits tambang di Kecamatan Kadewan, Kabupaten Bojonegoro ini masih terus dilakukan oleh masyarakat setempat dengan menggunakan alat-alat tradisional seperti drum, kayu, tali, dan pipa. Wilayah yang telah resmi ditetapkan sebagai Geopark Nasional ini memiliki struktur tanah yang dimulai dari formasi ledok, wonocolo, ngrayon, dan tawon.

Baca juga: Pesona Kawah Putih Menakjubkan, Pas untuk Libur Panjang Oktober 2020

Pada formasi ini timbul patahan yang mengakibatkan adanya jebakan minyak dan oleh karenanya timbullah minyak yang menjadi sumber daya masyarakat sebagai sumur penambangan minyak Wonocolo.

Sumur minyak yang dijadikan aktivitas tambang berkedalaman 360 meter dan keberadaannya sudah dimanfaatkan sejak zaman pemerintah kolonia Belanda. Peralatan tradisional peninggalannya serta formasi bebatuan dan petroleum membuat minyak mentah muncul ke permukaan.

Dulu, untuk memperoleh minyak mentah dari dalam bumi membutuhkan banyak orang untuk menarik pipa dari dalam sumur namun kini sudah digantikan dengan tenaga mesin truk tua.

Sekarang dalam sekali penambangan dibutuhkan dua orang yang memiliki peran berbeda dan saling berkaitan.

Orang pertama bertugas untuk mengendalikan dan menarik tali yang memasukkan pipa ke dalam sumur. Sedangkan orang kedua bertugas di samping sumur untuk mengarahkan pipa yang keluar dari tambang untuk dialiri ke dalam bak penampungan.

Orang yang bertugas mengarahkan pipa keluar dari dalam sumur biasanya berlindung di gubuk kayu agar tidak terkena cipratan minyak mentah yang keluar dari pipa.

“Minyak yang sudah diambil ditaruh pada bak penampungan untuk memisahkannya dengan air,” ujar Siswoyo, salah satu penambang minyak tradisional seperti yang dikutip dari channel YouTube iNews Magazine, Minggu (25/10/2020).

Ketersediaan minyak yang semakin menipis membuat kegiatan penambangan dilakukan di waktu tertentu dengan durasi singkat.

Selain melihat aktivitas penambangan di sumur, wisatawan juga bisa mengelilingi area sekitarnya dengan mobil off road. Tak jauh dari sumur, terdapat mesin angkut peninggalan Belanda yang berfungsi untuk menunjang aktivitas penambangan.

Di Bojonegoro juga banyak ditemukan fosil purba berusia dua juta tahun sehingga menghasilkan banyak sumber minyak.

Karena lokasinya berada di perbukitan, membuatnya berbeda dari daerah lain yang ada di Indonesia maupun Asia. Tempat yang kini menjadi wisata edukasi hanya berjarak 10 kilometer dari Surabaya. Objek wisata ini buka mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WIB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini