Begini Strategi Labuan Bajo Hadapi Lonjakan Wisatawan saat Libur Panjang

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 26 Oktober 2020 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 406 2299710 begini-strategi-labuan-bajo-hadapi-lonjakan-wisatawan-saat-libur-panjang-Uqa5hStKEU.jpg Labuan Bajo, NTT (Okezone.com/Dani)

LABUAN Bajo, Nusa Tenggara Timur salah satu surga wisata di timur Indonesia. Pengelola wisata setempat bersiap menyambut lonjakan kunjungan wisatawan menyusul libur panjang bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 28 Oktober hingga 1 November 2020.

Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores Shana Fatina mengatakan, salah satu dipersiapkan adalah memperketat protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di usaha penginapan, restoran dan spot-spot wisata berpotensi ramai dikunjungi.

"Teman-teman hotel dan restoran, sudah mulai siap-siap karena banyak booking untuk liburan panjang. Dalam minggu ini kami juga akan melakukan simulasi protokol kesehatan dan keamanan, untuk meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan wisatawan," ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (25/10/2020).

Baca juga:  4 Tempat Glamping Seru di Bogor, Bisa Main ke Curug

Pihaknya juga sudah mensimulasi penerapan protokol kesehatan dan keamanan, untuk meningkatkan kewaspadaan para pelaku wisata di Labuan Bajo, sehingga nantinya tidak akan menimbulkan klaster baru Covid-19 di sektor pariwisata.

 

Menurut Shana, dalam beberapa hari terakhir pihaknya telah menerima banyak reservasi oleh tour operator. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan jumlah wisatawan di masa cuti akhir Oktober 2020.

Menurut data BOPLBF, sejauh ini sudah ada 244 kapal yang melakukan registrasi online sebagai salah satu syarat untuk melakukan aktivitas wisata di kawasan Taman Nasional Komodo.

Baca juga:  7 Tempat Wisata Belanja Terbaik di Bali, Nomor 6 Lokasi Syuting Film Hollywood

Sementara pada hari biasa, jumlah kunjungan wisatawan di Labuan Bajo memang belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan yang signifikan.

"Ambil contoh Pulau Rinca, jumlah pengunjung di pulau ini selama masa pandemi Covid-19 hanya berkisar 150 orang tiap bulan atau sekitar 10-15 orang per hari. Untuk Long Weekend kemungkinan besar akan meningkat, jadi kami selalu tingkatkan kewaspadaan dan memastikan protokol kesehatan berjalan sesuai standarnya," tandas Shana.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini