Libur Panjang Oktober 2020, Gunung Semeru Full Booking

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 27 Oktober 2020 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 406 2300176 libur-panjang-oktober-2020-gunung-semeru-full-booking-JBLw6PLFol.jpg Gunung Semeru, Jawa Timur (Dok Okezone)

KUOTA pendakian Gunung Semeru di Jawa Timur sudah penuh jelang libur panjang Oktober 2020, bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah. Kuota pendaki sudah full sampai 1 November atau hari terakhir libur panjang.

Relawan Semeru, Sukaryo alias Cakyo mengatakan, kuota pendakian Gunung Semeru untuk Oktober 2020 telah penuh sejak awal bulan.

"Sudah full semua sampai akhir Oktober, baik untuk hari kerja maupun hari libur. Ini karena kuota pendaki dibatasi hanya 120 orang per hari atau 20% dari kapasitas normal," ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (26/10/2020).

 Baca juga: 5 Taman Bunga Instagramable di Malang, Pas Dikunjungi Bareng Keluarga saat Libur Panjang

Cakyo menjelaskan, dengan adanya pembatasan kuota ini dapat jumlah pendaki di Gunung Semeru tidak akan membeludak, terlebih saat long weekend.

 

Oleh karenanya, pihak Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tidak membuat persiapan khusus, namun tetap memantau pendaki agar mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan.

"Fokusnya lebih menjaga agar pendaki disiplin melaksanakan protokol kesehatan seperti memakai masker, membawa hand sanitizer, lalu kapasitas tenda dikurangi menjadi 50% dari kapasitas normal. Pendaki juga wajib menyertakan surat kesehatan yang asli dari rumah sakit, puskesmas maupun klinik," terang Cakyo.

 Baca juga: 5 Destinasi Wisata Air Eksotis di Klaten, Mana Kesukaanmu?

Tak hanya itu, sebelum pendaki diizinkan masuk ke area Semeru, mereka harus mengikuti briefing yang diberikan oleh pihak pengelola. Ini sangat penting mengingat area Jawa Timur sudah memasuki musim penghujan.

"Briefing ini penting sebagai tahap skrining apakah pendaki sudah benar-benar telah mengikuti protokol kesehatan, dan siap mendaki. Setelah semuanya lengkap mereka baru diperkenankan untuk memulai pendakian," tandasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini