Pulau Rinca Ditutup, Ini 6 Fakta Unik Komodo yang Wajib Diketahui

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 27 Oktober 2020 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 406 2300216 pulau-rinca-ditutup-ini-6-fakta-komodo-yang-wajib-diketahui-mrjMOTxT9a.jpg Komodo (Freepik)

LABUAN Bajo, Nusa Tenggara Timur tak hanya menyuguhkan keindahan alam dan bahari yang eksotis. Destinasi super premium ini juga menjadi rumah bagi hewan endemik Indonesia yakni komodo.

Untuk melihat langsung seperti apa kehidupan komodo di alam liar, wisatawan dapat menyambangi Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, dan beberapa pulau lain yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo. Pulau Rinca kini ditutup sementara karena ada pembangunan sarana dan prasarana wisata atau dikenal proyek ‘jurassic park’.

Baca juga: Libur Panjang Oktober 2020, Ini Tips Liburan Hemat ke Taman Nasional Komodo

Pulau-pulau tersebut memang menjadi habitat alami komodo. Nah, bagi Anda yang dalam waktu dekat ini berencana liburan ke Taman Nasional Komodo, simak 6 fakta menarik seputar komodo di bawah ini :

Racun mematikan

Jangan kaget! Selain memiliki air liur yang dipenuhi bakteri, komodo ternyata juga punya bisa yang sangat mematikan lho, Okezoners! Saking mematikannya, komodo bisa membunuh kerbau liar hanya dalam satu gigitan saja.

ilustrasi

Komodo (Okezone.com/Dani)

Menurut penuturan Xaverius Sumardi, seorang ranger di Pulau Rinca, komodo menyimpan kelenjar racun di rahang bawah.

"Biasanya setelah digigit, komodo akan menyuntikkan bisa ke mangsanya. Setelah itu, mangsa akan dibiarkan membusuk terlebih dahulu baru dimakan," kata Xaverius beberapa waktu lalu.

Makan sebulan sekali

Komodo punya pola makan yang unik. Xaverius mengatakan rata-rata komodo hanya makan satu bulan sekali. Pola makan ini ternyata juga berpengaruh terhadap usia komodo. Jika mereka rutin memangsa hewan liar, usianya bisa mencapai 50-60 tahun.

Baca juga: Loh Buaya Taman Nasional Komodo Ditutup karena Proyek 'Jurassic Park'

"Usia komodo yang paling tua itu berkisar 50-60 tahun, dan itu tergantung makanannya. Kalau mereka kesulitan mendapatkan mangsa, usianya bisa lebih pendek," kata Xaverius. 

Komodo bisa manjat pohon

Tak banyak yang mengetahui bahwa komodo juga punya kemampuan yang unik. Xaverius mengatakan bayi komodo yang baru menetas akan langsung memanjat pohon untuk menghindari diri dari komodo-komodo yang lebih besar. Hal ini mereka lakukan karena komodo termasuk jenis hewan kanibal.

ilustrasi

Komodo panjat pohon (Okezone.com/Dimas)

"Habis menetas, bayi komodo langsung lari ke atas pohon. Mereka cari pohon yang ada lubangnya. Ini dilakukan tak hanya untuk melindungi diri dari komodo dewasa, tetapi predator lain seperti burung elang, gagak, bahkan monyet," kata Xaverius.

"Nah, untuk bertahan hidup di atas pohon, bayi komodo biasanya makan tokek dan serangga," timpalnya. 

Lubang tipuan

Komodo betina punya kebiasaan menggali lubang tipuan ketika hendak bertelur. Hal ini dilakukan untuk mengamankan telur-telurnya dari komodo lain.

Ukuran lubang tipuan bisa mencapai 1 meter vertikal dan 1 meter horizontal. Jumlahnya pun terbilang banyak, bisa sampai puluhan lubang! Unik banget!

"Bulan-bulan September itu merupakan jadwal komodo betina bertelur. Sekali bertelur bisa 15-30 butir tergantung cuacanya. Sedangkan musim kawinnya berlangsung sepanjang bulan Juli sampai awal Agustus. Jadi bisa dibilang komodo itu hamilnya cuman 1 bulan," ungkap Xaverius.

Populasi komodo jantan lebih banyak

Kamu wajib tahu nih, Okezoners! Populasi komodo jantan ternyata jauh lebih banyak lho dibandingkan komodo betina. Perbandingannya bisa sampai 3:1. Nah, karena populasi jantan lebih sedikit, biasanya mereka akan bertarung untuk memperebutkan komodo betina.

"Jelang musim kawin itu, banyak komodo jantan yang bertarung. Mereka harus fight dulu baru bisa dapetin komodo betina. Kalau kalah, yah harus ikhlas jomblo lagi sampai tahun depan," kata Xaverius seraya tertawa terbahak-bahak.

Mitos wanita haid tidak boleh lihat komodo 

Xaverius mengatakan bahwa pengunjung yang sedang dalam kondisi datang bulan atau haid, masih tetap bisa berkunjung melihat komodo. Namun, mereka diwajibkan untuk melapor agar ranger sigap untuk melakukan tindakan pencegahan, bila tiba-tiba komodo menunjukkan perilaku agresif.

"Instinct komodo itu kuat. Mereka bisa mencium bau darah dan bau luka yang bernanah. Jadi sebisa mungkin melapor dulu, supaya kami bisa siap siaga," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini