Naik Gunung saat Libur Panjang Oktober 2020, Wajib Perhatikan Hal Ini!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 27 Oktober 2020 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 406 2300228 naik-gunung-saat-libur-panjang-oktober-2020-wajib-perhatikan-hal-ini-LQ8reVDL9O.jpg Pendakian Gunung Papandayan, Jawa Barat (Dok Okezone)

LIBUR panjang Oktober 2020 akan dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk liburan ke tempat wisata. Salah satunya adalah Gunung Semeru yang kini sudah full dibooking calon pendaki hingga 1 November. Tapi, pendaki harus waspada akan musim hujan.

Relawan Gunung Semeru Sukaryo alias Cakyo mengatakan, dalam beberapa hari terakhir kondisi cuaca di Gunung Semeru sulit diprediksi. Belum lama ini, puncak Gunung Semeru atau Mahameru dilanda hujan dan badai.

Baca juga:  Libur Panjang Oktober 2020, Gunung Semeru Full Booking

Cakyo mengimbau agar setiap pendaki Gunung Semeru maupun gunung-gunung lainnya waspada.

"Di musim hujan ini, kita selalu sampaikan saat briefing, bahwa potensi longsor di jalur pendakian Semeru itu sangat tinggi. Jadi pendaki harus benar-benar melakukan persiapan yang sangat matang. Termasuk mempersiapkan peralatan yang lengkap," ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (27/10/2020).

Adapun beberapa perlengkapan yang wajib disiapkan antara lain, jas hujan dan baju ganti cadangan. Meski terdengar klise, kedua benda inilah yang dapat melindungi pendaki dari hantaman cuaca dingin yang dapat memicu terjadinya hipotermia, serta menjaga tubuh agar tetap kering.

Tak kalah pentingnya, pendaki juga harus menyiapkan mental dan fisik yang kuat, mengingat rute pendakian otomatis akan menjadi jauh lebih sulit.

 

"Musim hujan seperti saat ini, persiapan itu bisa dibilang double. Pakaian saja harusnya double harus ada pakaian yang kering. Ini langkah antisipasi dia kena hipotermia. Jas hujan juga sangat penting sekali," kata Cakyo.

"Selain itu, pendaki juga harus meningkatkan kewaspadaan, jalur pendakian di mana pun gunungnya juga berpotensi longsor karena beban tanah jadi berat. Kadang pendaki seringkali terlalu santai dan terlena, lalu tiba-tiba longsor. Harus benar-benar memahami karakteristik gunung dan jalur pendakian," imbuhnya.

Baca juga:  5 Destinasi Wisata Air Eksotis di Klaten, Mana Kesukaanmu?

Untuk mengantisipasi potensi-potensi insiden, pihak pengelola gunung juga diminta untuk memaksimalkan sistem pendakian secara menyeluruh dan bertanggung jawab. Bukan hanya kepada pendaki, tetapi juga kepada flora dan fauna yang ada di gunung.

"Sistem pendakian harus dibenahi, karena itu filter awal dari sebuah pendakian. Kalau sistemnya sudah maksimal, pendaki tentu akan lebih waspada dan aware karena mereka mendapatkan informasi yang lengkap dengan sistem yang baik. Karena insiden dan longsor itu tidak bisa diprediksi, tetapi bisa diantisipasi," tandasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini