Main ke Curug Dago, Warisan Kerajaan Thailand di Bandung

Chotimah, Jurnalis · Rabu 28 Oktober 2020 20:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 408 2300897 main-ke-curug-dago-warisan-kerajaan-thailand-di-bandung-dl41K7TQZP.jpg Curug Dago. (Foto: Instagram/@jeffrystanzah)

KOTA Bandung memiliki destinasi wisata alam yang eksotis. Seperti panorama panorama Curug Dago, air terjun indah yang menyuguhkan suasana alam serta prasasti peninggalan Kerajaan Thailand.

Curug Dago berada di ketinggian 800 meter dari permukaan atas laut. Ketinggian air terjun hanya sekira 15 meter saja, karena terbentuk dari aliran Sungai Cikapundung yang mengalir dari Maribaya lalu memasuki Kota Bandung.

Meski begitu, curahan airnya tetap deras dan terlihat elok di pandang. Akses masuk ke Curug Dago terbilang sulit karena berada di tempat tersembunyi daerah Bukit Dago, yang masih termasuk kawasan Taman Hutan Raya Ir. H Djuanda Dago.

Wisatawan yang hendak berkunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi dan parkir di pelataran parkir Taman Budaya.

Baca Juga: Berwisata ke Gunung Tangkuban Parahu, Pas Dikunjungi Bersama Keluarga

Tak jauh berbeda dengan air terjun pada umumnya, untuk melihat keindahan air dari debit tinggi, Anda harus menelusuri jalan setapak serta tangga yang cukup curam. Selama perjalanan menuruni anak tangga, wisatawan akan disuguhkan dengan pemandangan alam berupa pepohonan yang hijau serta sejuknya angin sepoi-sepoi.

Sesampainya di air terjun, pengunjung akan disuguhkan alam yang masih asri dan gemericik air di sekitarnya menyegarkan mata. Tak lupa untuk berswafoto dengan view air terjun yang mengalir di antara dua tebing batu.

 

Selain itu, pengunjung akan menemukan dua pondok berwarna merah yang merupakan suatu bangunan bersejarah terletak di Desa Dago, Kecamatan Coblong, Bandung, Jawa Barat. Pondok tersebut berisi dua prasasti atau batu tulisan peninggalan sekira 1818-an.

Kedua prasasti merupakan peninggalan dari Raja Rama V (Raja Chulalonkorn) serta Raja Rama VII (Pradjathiopok Pharaminthara) dari dinasti Chakri yang pernah berkunjung ke Dago.

Jika Anda merasa lelah saat menulusuri keindahan alam Curug Dogo. Objek wisata ini pun menyediakan berbagai fasilitas yang memadai berupa saung, warung kecil, toilet dan taman anak-anak untuk bermain sebelum atau sesudah dari air terjun.

Namun, keindahan alam dan bersejarah di Curug Dago menjadi pupus dikarenakan kondisi saat ini tercemar oleh limbah domestik rumah tangga yang dialirkan ke sungai. Sehingga membuat warna airnya menjadi coklat pekat, menandakan sudah tidak jernih lagi.

"Sebenarnya pemandangan di sini indah kalau saja airnya tidak tercemar. Mungkin saja karena limbah dari pemukiman warga sehingga membuat warna air menjadi keruh, maka itu saya harap semua pengunjung dapat menjaga kelestariannya, " ucap Ano, salah satu pengunjung, dikutip dari Channel YouTube Netsgo Project beberapa waktu lalu.

Untuk mengakses lokasi ini, terdapat beberapa cara yang bisa ditempuh yakni melewati jalan seberang Terminal Dago atau Taman Budaya Ganesha Dago dengan jarak tempuh 8 kilometer dari Utara Pusat Kota Bandung.

Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, teruntuk wisatawan domestik dikenakan biaya Rp12.000 dan wisatawan mancanegara seharga Rp52.000. Jika membawa kendaraan pribadi Anda harus membayar parkir seharga Rp5.000.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini