Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo Bersiap Jadi Destinasi Kelas Dunia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 29 Oktober 2020 09:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 29 406 2301040 labuan-bajo-dan-taman-nasional-komodo-bersiap-jadi-destinasi-kelas-dunia-U0xwyTxJby.jpg Labuan Bajo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (Foto Inst Labuan Bajo Destination)

PEMERINTAH terus menggenjot pembangunan infrastruktur di Labuan Bajo termasuk Taman Nasional Komodo, sejak daerah itu ditetapkan sebagai destinasi super prioritas. Hal ini untuk mewujudkan Labuan Bajo menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai tuan rumah Asean Summit dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 pada 2023. Pemerintah pun kini gencar membenah berbagai infrastruktur di kawasan Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur itu.

 Baca juga: Libur Panjang Oktober 2020, Ini Tips Liburan Hemat ke Taman Nasional Komodo

"Semua jalan premium memang sedang dibangun semua. Termasuk dari bandara menuju Puncak Waringin, lalu jalan menuju Kampung Ujung, dan Pantai Pede," kata Direktur Utama Badan Otorita Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina saat dihubungi Okezone, Selasa 27 Oktober lalu.

 ilustrasi

Selain fokus menjalankan projek 'Jurassic Park' di Pulau Rinca, Shana mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus merancang sebuah sistem khusus yang dia sebut 'smart tourism' guna menambah rasa aman dan nyaman wisatawan.

Contohnya seperti memasang CCTV di area kota, memastikan mitigasi bencana berjalan sesuai standar, lalu bersinergi dengan lembaga dan institusi terkait.

Baca juga:  Pulau Rinca Ditutup, Ini 6 Fakta Unik Komodo yang Wajib Diketahui

"Sistemnya nanti jadi lebih terpadu, dan bisa dimonitor langsunf oleh TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga rumah sakit karena kondisi kita saat ini juga masih dalam suasana pandemi Covid-19," ujarnya kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

 

Menurut Shana, masyarakat lokal diajak ikut berpartisipasi mengembangkan pariwisata Labuan Bajo yakni, dengan mendorong dan meningkatkan kualitas produk kebudayaan lokal.

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan Taman Nasional Komodo. Aktivitas lainnya juga harus ada, terutama budaya. Contohnya bisa dengan mendorong pengembangan kuliner hingga tradisional lokal. Di Labuan Bajo itu belum ada wadah khusus atau tempat pentasnya," jelas Shana.

"Hal-hal seperti inilah yang terus kita dorong dengan cara melakukan pelatihan SDM tentang bagaimana mempresentasikan produk kuliner agar menarik di mata wisatawan. Sehingga nantinya Labuan Bajo bisa jadi destinasi wisata yang utuh, bukan sekadar tempat transit," tandasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini