Libur Panjang Maulid Nabi, Yuk Berziarah ke Makam Sunan Gunung Jati

Mustafidhotul Ummah, Jurnalis · Kamis 29 Oktober 2020 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 29 408 2300974 libur-panjang-maulid-nabi-yuk-berziarah-ke-makam-sunan-gunung-jati-NbDebsB5PO.jpg Makam Sunan Gunung Jati. (Foto: Okezone)

BERLIBUR ke Cirebon tak lengkap tanpa berwisata religi ke makam Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati merupakan salah seorang walisongo, penyebar agama Islam di nusantara.

Sunan Gunung Jati dilahirkan pada 1448 Masehi dari pasangan Syarif Abdullah Umdatuddin bin Ali Nurul Alim dan Nyai Rara Santang. Pada masa mudanya ia pergi ke Mekkah untuk menuntut ilmu, setelah selesai belajar di Mekkah, pada 1470 ia datang ke tanah Jawa, termasuk Cirebon untuk menyebarkan agama Islam hingga akhir hayatnya pada 1569 di usia 120 tahun.

Gunung

Sunan Gunung Jati dimakamkan di komplek makam, Gunung Sembung, Cirebon. Kini pemakaman itu dijadikan objek wisata religi. Lokasi tempatnya berada di Jalan Alun-Alun Cileduk, Astana, Kecamatan Gunung Jati, Cirebon. Hanya 5 kilometer dari Alun-Alun Cirebon. Akses jalannya sangat mudah untuk kendaraan pribadi.

Komplek makam dibagi menjadi dua bagian, kompek utama di mana makam Sunan Gunung Jati berada. Untuk mencapai makam, pengunjung harus menaiki puluhan anak tangga terlebih dahulu, akses jalan yang cukup sempit dan dihalangi oleh banyak makam lain, membuat pengunjung harus berhati-hati.

Sukadi, salah satu peziarah dari Tangerang menuturkan, walaupun memiliki parkiran sangat luas, jalanan saat di komplek makam ini cukup sempit. "Selain dipadati peziarah lain, banyak juga terdapat orang yang minta uang di sepanjang jalan, dan membuat risih," terangnya kepada Okezone.

Makam Sunan Gunung Jati berada di tingkat sembilan, dengan sembilan pintu gerbang yang semuanya memiliki nama, yaitu; Pintu Gapura, Krapyak, Pasujudan, Ratnakomala, Jinem, Rararog, Kaca, Bacem, dan pintu Teratai yang merupakan akses masuk makam sang Sunan.

Namun para peziarah hanya bisa mengakses hingga pintu Pasujudan, karena akses hingga pintu Teratai hanya bisa di lalui oleh keturunan sang Sunan dan tamu khusus.

Sebelum menginjak pemakaman Sunan Gunung Jati, diharuskan melepas alas kaki, menulis nama di buku tamu, dan berwudhu terlebih dahulu. Makam Sunan Gunung Jati dibatasi oleh dinding putih dengan aksen keramik khas Tionghoa dan pintu kayu, di dalamnya juga terdapat makam istri beliau yang bernama Ong Tien Nio yang merupakan putri Kaisar Hong Gie dari Dinasti Ming.

Makam ini selalu dipadati oleh para penziarah dari dalam dan luar kota. Setiap harinya ribuan peziarah datang ke sini untuk berdoa, apalagi jika hari-hari besar seperti Tahun Baru Islam dan Maulid Nabi. Bahkan setiap malam Jum'at pengunjung yang datang semakin membludak.

"Hari-hari biasa saja ramai banget, apalagi kalau lagi hari besar Islam dan malam Jumat bakal lebih ramai," ungkap Sukadi.

Fasilitas di luar makam cukup lengkap, ada toilet, musala, warung, kios aksesoris, dan pendopo untuk bersantai. Komplek makam Sunan Gunung Jati merupakan objek wisata religi yang paling populer di Jawa Barat, banyak penziarah dari luar kota yang datang ke sini untuk menenangkan hati dan berdoa.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini