5 Objek Wisata Religi di Medan, dari Masjid hingga Istana

Ersa Ambarita, Jurnalis · Jum'at 30 Oktober 2020 06:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 29 408 2301235 5-objek-wisata-religi-di-medan-dari-masjid-hingga-istana-z8KPt29fnG.jpg Istana Maimun, Medan (paketwisatadanautoba.net)

MEDAN dengan populasi sekitar 2 juta penduduk merupakan kota multikultural, tempat berkumpul orang dengan beragam etnis dan agama. Ibu Kota Sumatera Utara juga punya banyak bangunan tempat ibadah yang beberapa di antaranya sebagai objek wisata religi.

Berkunjung ke pusat-pusat religi, wisatawan bisa belajar dan mengenal lebih dekat tentang sejarah dan menambah nilai spirtual.

Wisata religi di Medan bukan hanya masjid tapi juga istana peninggalan Kerajaan Deli. Objek wisata religi ini tak hanya dikunjungi muslim, tapi juga wisatawan non muslim. Kehidupan antarumat beragama di Medan sangat rukun dan harmonis.

Berikut 5 objek wisata religi yang bisa Anda kunjungi saat pelesiran ke Medan :

1. Masjid Raya Masjid Raya Al-Mashun

Masjid Raya Medan dibangun pada 1906 dan diprakarsai oleh Makmun Al-Rasyid. Masjid ini adalah saksi sejarah Kesultanan Deli yang memiliki gaya arsitektur India, Spanyol, Timur Tengah, dan Melayu.

Keragamanan budaya yang tersirat pada corak masjid membuat bangunan ini ramai dikunjungi untuk ibadah dan sekadar melihat seluruh keunikannya. Selain itu, ruang masjid mampu menampung hingga 1.500 jamaah.ilustrasi

Masjid Raya Medan (Ersa)

Bangunan masjid memiliki bentuk segi delapan dengan empat serambi utama di bagian depan, belakang, samping kiri, dan kanan. Keempat serambi inilah yang menjadi pintu masuk masjid. Saat di dalam masjid Anda akan menemukan pilar utama yang menyokong kubah di bagian tengah, dan empat kubah lainnya ada di atas keempat serambi.

Sedangkan jendela-jendela yang mengelilingi pintu beranda dibuat dari kayu dengan kaca-kaca patri yang tinggi akan nilai seni islam.

Di masjid Anda juga akan menemukan Alqur’an tua yang ditulis tangan. Dipasang di depan pintu masuk jamaah laki-laki.

Masjid di Jalan Sisingamangaraja No 61 Kota Medan ini salah satu objek wisata religi paling banyak dikunjungi. Kawasan masjid terbuka untuk umat lainnya. Namun pengunjung harus mengikuti aturan yang diberlakukan.

2. Masjid Al-Osmani

Masjid Al-Osmani berada di Jalan Kolonel Yos Sudarso, Km.19,5, Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan. Masjid ini dibangun pada 1854 dengan mengadopsi gaya arsitektur dari berbagai negara.

Bangunan masjid bercorak Eropa dan Persia. Pintu masjid dibuat dengan ornamen China dan dipadukan dengan nuansa ukiran India. Sementara itu, warna kuning dan hijau pada bangunan identik dengan gaya Melayu. Masjid ini dibangun atas inisiasi Sultan Osman Perkasa Alam.

3. Istana Maimun

Istana Maimun adalah ikon Kesultanan Deli yang terletak di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Aur, Medan Maimun. Pembangunan istana dimulai pada 1888 atas perintah Sultan Ma'moen Al Rasyid.

Istana Maimun memiliki konsep arsitektur yang beragam. Dimulai dari warna kuning pada istana yang menyimbolkan warna Melayu. Untuk ornamen kursi, meja, jendela, lemari, dan pintu dorong sendiri dibuat dengan gaya Eropa.ilustrasi

Istana Maimun (Wikipedia)

Istana ini memiliki luas 2.772 meter persegi dengan 30 ruangan, yang terdiri dari 2 lantai 3 bagian, yakni bagian induk, bagian sayap kanan, dan bagian sayap kiri. Pengunjung dapat menikmati setiap sudut istana dengan kemegahannya.

Daya tarik istana ini juga terletak pada meriam Puntung. Konon menurut legenda, meriam ini adalah jelmaan dari adik Putri Hijau dari Kerajaan Deli Tua bernama Mambang Khayali.

4. Masjid Ghaudiyah

Masjid Ghaudiyah yang ada pada 1918 ini terbilang sulit ditemukan karena berada di balik gedung pertokoan. Hanya ada plang kecil yang menandakan keberadaannya. Meski demikian masjid ini pelan-pelan telah mengalami renovasi dengan tetap mempertahankan ciri khas India Muslim.

Seolah tidak lekang waktu, tradisi makan besar setiap hari minggu di bulan ramadhan tetap bertahan di masjid ini. Komunitas masjid menyediakan makanan khas India seperti bubur, kari, dan lainnya. Masjid ini selalu aktif dalam kegiatan sosial dan layanan edukasi kepada anak-anak. Lokasi masjid ini ada di Jalan KH Zainul Arifin, Petisah Tengah.

5. Masjid Badiuzzaman

Masjid Badiuzzaman didirikan oleh Raja Sunggal atau Raja Serbanyaman yang bernama Datuk Diraja Badiuzzaman Sri Indra Pahlawan Surbakti pada 1885.

Dalam keunikan pembangunannya, masjid ini tidak menggunakan semen perekat bangunan, melainkan hanya menggunakan putih telur. Hal ini menjadi bukti juang sejarah warga Medan yang melakukan perlawanan terhadap Belanda. Masjid Badiuzzaman terletak di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini