Tutup hingga 2021, Proyek 'Jurassic Park' di Pulau Rinca Sudah 30 Persen

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 30 Oktober 2020 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 30 406 2301425 tutup-hingga-2021-proyek-jurassic-park-di-pulau-rinca-sudah-30-persen-HxmfhoGwT0.JPG Komodo, hewan langka dilindungi yang menjadi warisan dunia (Foto: Instagram/@sebakamin)

AKTIVITAS wisata di Taman Nasional Komodo (TNK) selama ini telah menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Sejak ditetapkan sebagai Taman Nasional hingga saat ini sarana prasarana (sarpras) di TNK terus dikembangkan baik untuk wisata edukasi, maupun penelitian.

Penataan sarpras yang sedang dilakukan di Lembah Loh Buaya Pulau Rinca TNK oleh Kementerian PUPR dilaporkan telah mencapai 30% dari rencana yang akan selesai pada Bulan Juni 2021.

Saat ini penataan tengah memasuki tahap pembongkaran bangunan eksisting dan pembuangan puing, pembersihan pile cap, dan pembuatan tiang pancang.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Wiratno, proses pembangunan juga dilakukan secara hati-hati dengan meminamlisasi kontak satwa.

Baca juga: Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo Bersiap Jadi Destinasi Kelas Dunia

"Kegiatan penataan sarpras (dermaga loh buaya, pengaman pantai, evelated deck, pusat informasi, pondok ranger/peneliti/pemandu) berada pada wilayah administrasi Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Untuk itu, kegiatan pengangkutan material pembangunan yang menggunakan alat berat harus dilakukan, karena tidak dimungkinkan menggunakan tenaga manusia. Penggunaan alat-alat berat seperti truk, ekskavator dan lain-lain, telah dilakukan dengan prinsip kehati-hatian," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Jumat (30/10/2020).

Berdasarkan pengamatan, jumlah komodo yang sering berkeliaran di sekitar area penataan sarpras di Loh Buaya diperkirakan kurang lebih 15 ekor. Beberapa di antaranya memiliki perilaku yang tidak menghindar dari manusia.

Guna menjamin keselamatan dan perlindungan terhadap komodo termasuk para pekerja, seluruh aktivitas penataan sarpras diawasi oleh 5-10 ranger setiap hari.

"Mereka secara intensif melakukan pemeriksaan keberadaan biawak komodo termasuk di kolong-kolong bangunan, bekas bangunan, dan di kolong truk pengangkut material,” jelas Wiratno.

Lebih lanjut Wiratno menjelaskan, pada saat pandemi, pengunjung Taman Nasional Komodo di Pulau Rinca juga dibatasi kurang lebih 150 orang per hari. Bahkan pada hari-hari biasa hanya 10-15 orang per hari.

Hal ini demi menjaga kelestarian satwa biawak komodo, serta menyukseskan arahan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Dalam rangka mendukung kerja penataan sarpras wisata alam, yang nantinya akan menjadi lebih baik bagi pengunjung di Resort Loh Buaya, maka Balai TNK KLHK menutup sementara Resort Loh Buaya TNK terhitung sejak tanggal 26 Oktober 2020 hingga 30 Juni 2021, dan akan dievaluasi setiap 2 (dua) minggu sekali.

"Progres pembangunan akan diinformasikan oleh petugas. Tempat/lokasi destinasi lain seperti Padar, Loh Liang (Pulau Komodo), Pink Beach dan Spot Dive (Karang Makassar, Batubolang, Siaba, Mawan, dan lainnya) masih tetap dibuka," tutup Wiratno.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini