Tingkatkan Mutu Pariwisata, Kemenparekraf Revitalisasi Destinasi Wisata Bali

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 30 Oktober 2020 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 30 406 2301587 tingkatkan-mutu-pariwisata-kemenparekraf-revitalisasi-destinasi-wisata-bali-p70KFZXK9I.JPG Panorama alam di Bedugul, Bali (Foto: Instagram/@liburanbali)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berupaya menyempurnakan fasilitas destinasi wisata di Bali demi meningkatkan kualitas sektor pariwisata melalui program Revitalisasi Destinasi Wisata.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hari Sungkari mengatakan masih terdapat beberapa lokasi destinasi wisata di Bali yang amenitasnya belum memadai.

Oleh karenanya, fokus utama dari kegiatan revitalisasi ialah pada perbaikan amenitas di sejumlah daya tarik wisata di Bali, berupa perbaikan toilet dan penambahan fasilitas lain untuk menunjang kebersihan, kesehatan, keamanan, serta kenyamanan wisatawan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Karena salah satu ukuran suatu destinasi wisata itu bersih, indah, dan nyaman bisa dilihat dari toilet yang menunjang. Penting sekali bagi destinasi wisata untuk memelihara dan menjaga kebersihan toilet sesuai dengan standar internasional,” ujar Hari Sungkari dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Jumat (30/10/2020).

Alhasil, Kemenparekraf menginisiasi kegiatan revitalisasi di destinasi wisata di Bali untuk meningkatkan kembali kualitas pariwisata di Bali yang sempat menurun akibat pandemi Covid-19, terutama dalam hal amenitasnya.

Baca juga: Progres Pembangunan 30 Persen, Wisatawan Bisa Lihat Komodo di Malam Hari

Hari Sungkari berharap melalui kegiatan revitalisasi ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta daya saing destinasi pariwisata di Indonesia. Sehingga wisatawan yang akan datang kembali ke destinasi pariwisata dapat merasa lebih aman dan nyaman.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf, Wawan Gunawan, menjelaskan program Revitalisasi Destinasi Wisata Bali akan dilakukan pada awal November 2020, di 1 kota dan 8 kabupaten yang ada di Bali yaitu Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Jembrana.

“Dukungan revitalisasi destinasi wisata Bali akan disesuaikan dengan prioritas dan kebutuhan di masing-masing destinasi wisata yang memang sudah menjadi tujuan wisata dan banyak pengunjungnya. Karena, saat ini kebersihan dan kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi wisatawan,” kata Wawan Gunawan.

Selain program revitalisasi, Wawan juga menjelaskan terkait dengan kegiatan lanjutan reaktivasi akomodasi tenaga kesehatan di destinasi wisata Bali.

“Kemenparekraf telah menyiapkan sebanyak 500 kamar di 4 hotel yang ada di Bali, yaitu Hotel Mercure, Hotel Ibis Kuta, Hotel Ibis Denpasar, dan Paragon Resort Hotel. Ini dilakukan sebagai bentuk upaya pemulihan ekonomi nasional untuk membantu industri perhotelan di masa pandemi Covid-19,” kata Wawan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa, mengatakan, tren wisatawan ke depan akan berubah. Wisatawan akan mencari destinasi wisata yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman, serta destinasi wisata yang menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungannya.

“Program revitalisasi ini sangat sesuai dengan tren wisatawan saat ini. Karena, faktor kebersihan dan kesehatan merupakan hal yang penting dalam meningkatkan kepercayaan wisatawan,” kata Putu Astawa.

Untuk itu, Putu Astawa sangat mendukung program revitalisasi destinasi wisata ini, agar pariwisata di Bali dapat pulih kembali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini