5 Oleh-Oleh Khas Cirebon Paling Diburu Traveler

Putri Aliya Syahidah, Jurnalis · Sabtu 31 Oktober 2020 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 406 2302064 5-oleh-oleh-khas-cirebon-paling-diburu-traveler-9rJjoDhlYs.jpg Batik Cirebon. (Foto: Instagram/@fennywijanarko)

PADA musim liburan, banyak wisatawan berkunjung ke Cirebon. Setelah puas jalan-jalan, jangan lupa membeli oleh-oleh ya.

Meski terkenal dengan udangnya, nyatanya Cirebon memiliki beragam hal yang khas dan hanya bisa ditemui di sini. Berbagai macam olahan dari berbagai daerah yang ada di Cirebon dapat dijadikan buah tangah bagi wisatawan.

Penasaran apa saja? Berikut telah Okezone rangkum lima oleh-oleh khas Cirebon yang bisa Anda beli.

Terasi udang

Memiliki rasa yang asin dan gurih, terasi biasanya dijadikan sebagai bumbu pelengkap sambal Indonesia. Terasi yang terbuat dari udang kecil atau rebon tanpa pengawet buatan adalah ciri khas dari Cirebon. Kemasannya beragam mulai dari ukuran besar sampai kemasan ekonomis yang dapat dibawa kemana pun serta harganya terjangkau mulai dari Rp20 ribu untuk ukuran 100 gram. Wisatawan dapat membeli terasi di toko oleh-oleh yang berada di pusat kota, pasar, ataupun pedagang yang berada di pinggir jalan.

Batik Trusmi

 batik

Memilliki motif megamendung atau berbentuk awan menjadi ciri khas dari batik Cirebon. Selain motif megamendung, wisatawan juga bisa melihat motif batik tulis Paksinaga Liman yang terinspirasi dari kereta kencana Keraton Kesepuhan. Wisatawan dapat berkunjung ke sentra pembuatan batik yang berada di Kampung Batik Trusmi, Jalan Syekh Datul Kahfi, Weru Kidul, Kabupaten Cirebon.

Perajin Batik Ibnu Riyanto mengatakan, batik megamedung paling sering diburu wisatawan saebagaim oleh-oleh. Batik tersebut dibuat secara manual secara turun-temurun.

"Warga rata-rata belajar turun menurun dari orangtuanya, masih menggunakan cara tradisional membatik dengan menggunakan canting," ungkapnya.

 

Tape ketan Bakung

Ketan fermentasi yang menggunakan daun katuk sebagai pengawet alami ini berasal dari Desa Bakung, Kabupaten Cirebon dan memiliki rasa manis agak asam. Tape ketan ini memiliki tekstur yang lembek dan sedikit cair. Dikemas menggunakan daun jambu atau pisang sehingga menambah keotentikan rasanya. Selain di makan langsung juga diolah menjadi minuman es ketan bakung. Harga yang ditawarkan bervariasi mulai dari Rp50 ribu untuk 30 buah.

Kerupuk melarat

Dahulu kerupuk ini dianggap sebagai makanan orang miskin karena proses penggorengannya menggunakan pasir dan dianggap makanan yang terbuang. Menggunakan pasir khusus yang diambil dari gunung lalu diayak sebanyak dua kali kemudian dijemur sampai kering. Rasa kerupuk melarat ini gurih dan asin serta bentuknya lebar berwarna putih, merah muda, dan kuning. Harganya bervariasi mulai dari Rp15 ribu perbungkusnya dan pengunjung dapat membelinya di sepanjang jalan Tengah Tani yang merupakan daerah pusat pembuatannya.

Sirup Tjampolay

Sirup berperisa buah yang diproduksi oleh keluarga Tan Tjek Tjiu ini memiliki banyak varian rasa seperti pisang susu, rozen rose, leci, nanas, mangga gedok, dan moka. Berasal dari buah campolay atau sawo Belanda menjadikan bahan utama dari pembuatan sirup yang manis ini. Pengunjung dapat membelinya di toko oleh-oleh yang berada di Cirebon dan harganya mulai dari Rp35 ribu per botolnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini