Libur Panjang Berwisata ke Museum Artefak Rasulullah, Protokol Kesehatan Ketat

Hana Purwadi, Jurnalis · Sabtu 31 Oktober 2020 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 408 2302041 libur-panjang-berwisata-ke-museum-artefak-rasulullah-protokol-kesehatan-ketat-IFDGNvBJmN.jpg Museum Artefak Rasulullah. (Foto: Hana Purwadi)

LIBUR panjang Maulid Nabi Muhammad SAW, museum peninggalan sahabat dan artefak Rasulullah di Kota Probolinggo meningkat 50%. Pengunjung sengaja menyempatkan waktu berkunjung ke museum untuk melihat langsung artafek rasul dan para sahabatnya.

Museum artefak Rasulullah tersebut berada di Jalan Suryo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Jawa Timur. Tempat wisata ini selalu ramai dikunjungi saat akhir pekan.

Berwisata ke Museum Rasulullah ini, selain bisa mengenal lebih dekat benda bersejarah sahabat, Anda juga bisa mendekatkan kecintaan Nabi Muhammad di masa perjuangan membela umat Islam.

Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin atau akrab disapa Habib Hadi mengatakan, museum ini menjalankan protokol kesehatan ketat di masa pandemi Covid-19. Kapasitas ruangan dibatasi 25% pengunjung per sesi.

Baca Juga: Pulau Ketawai, Surga Tersembunyi di Bangka Belitung untuk Pecinta Diving

"Kita batasi 40 pengunjung per sesi atau 25% dari kapasitas ruangan yang biasanya. Kita membatasi dan tetap tidak memutus kecintaan kita terhadap Nabi Muhammad SAW," katanya.

Wisatawan bisa melihat beragam benda peninggalan sahabat, seperti pedang Khalid Bin walid, Karpet Raudlah, Batu Sijjid, Batu Meteoroid, bahkan hingga ke rambut, sandal dan darah bekam Rasulullah ada di museum ini.

museum

Tiketnya dibanderol Rp50 ribu per orang. Wisatawan hanya diperbolehkan jalan-jalan di dalam museum selama 1 jam, karena harus bergantian dengan pengunjung lain. Tak perlu khawatir, Anda akan ditemani tour guide di sana.

 

Pengelola Museum Artefak Rasulullah mengaku saat libur panjang, seperti libur Maulid Nabi, pengunjung museum mengalami peningkatan. Peningkatannya dirasakan naik mencapai 50%.

"Libur maulid ramai meningkat 50 persen. Tetap jalankan protokol kesehatan tetap kita kedepankan," katanya.

Tidak hanya melihat peninggalan benda sahabat dan rasul saja, di museum ini juga terdapat benda bersejarah lain. Seperti batik dan sepeda uap tertua di Kota Probolinggo.

Tak sedikit pengunjung yang senang dan bangga melihat koleksi museum ini.

"Ini merupakan museum yang tidak kalah dari museum internasional lainnya. Jadi cukup terharu dan bahagia, Probolinggo menjadi bagian untuk koleksi dari peninggalan Rasulullah ini," kata Virli, salah satu pengunjung.

 wisatawan

Untuk menghindari klaster Covid-19, pengelola museum menerapkan protokol kesehatan ketat. Wisatawan wajib jaga jarak, wajib masker, hingga rajin cuci tangan.

Cek suhu tubuh juga dilakukan bagi pengunjung. Bagi yang tidak menaati protokol kesehatan, pengunjung dilarang masuk.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini