Mampir ke Kopi Gerobak di Jakarta, Ngopi Enggak Perlu Mahal Loh

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 02 November 2020 21:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 02 301 2302867 mampir-ke-kopi-gerobak-di-jakarta-ngopi-enggak-perlu-mahal-loh-AHovbqrHX6.jpg Es kopi alpukat. (Foto: Dewi/Okezone)

KOPI gerobak keliling di Jakarta jadi tren baru di masa pandemi Covid-19. Di samping praktis, menikmati kopi gerobak di ibu kota tentu tak perlu merogoh kocek mahal.

Seperti Bali Lore, kopi gerobak keliling di kawasan Kramat, Jakarta Pusat yang selalu ramai diburu anak muda. Di masa pandemi, Bambang Purbowo (35) nekat membuka usaha kopi gerobak dengan modal minim.

Bambang mengandalkan teknik manual brew untuk menghasilkan segelas es kopi kekinian. Dari mulai es kopi susu gula aren, es kopi alpukat, es kopi hazelnut dan beberapa minuman non coffee yang sedang tren.

Baca Juga: Keren, Restoran di Bandung Ini Berbentuk Kastil Abad Pertengahan

 kopi

"Karena lagi pandemi susah cari kerja saya usaha kopi pada situasi ini. Bersyukur tidak mengurangi peminat walau dijual di gerobak," katanya kepada Okezone di kawasan Kramat, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Kisah Bambang menjadi seorang barista dan punya usaha kopi gerobak keliling ini juga sangat inspiratif. Karena Bambang adalah seorang mantan penghuni jeruji besi, kemudian mau bangkit untuk menyambung hidup demi keluarga tercinta.

Suatu ketika Bambang ditawari oleh Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun untuk menjadi barista handal. Dia pun menyetujui dan ikut kelas barista sekira 2 bulan.

Selama mengikuti kelas, banyak pelajaran yang didapatkan Bambang. Dari mulanya dia tak mengenal tentang kopi dari mulai jenis biji, cara pembuatan hingga mengetahui detil cita rasa kopi, bapak dua anak ini menimba ilmu berharga saat pelatihan.

"Jadi barista itu memang ingin ikut pelatihan dari diri sendiri. Banyak yang didapat mulai cara membuat kopi manual, gimana pakai mesin dan mengenal cita rasa kopi," katanya.

 kopi

Menurutnya, membuat kopi dengan manual brew sangat mudah. Bambang memanfaatkan mokapot untuk membuat espresso dan memperdalam teknik v60 untuk membuat segelas americano.

Dari keuletannya itu, kopi gerobak Bambang pun selalu kebanjiran pelanggan. Dari anak-anak hingga orang dewasa senang menikmati kopi buatan Bambang.

"Banyak yang datang beli take away di sini atau nongkrong dengan jaga jarak. Biasa menikmati latte, americano, dalgona milo dan sebagainya," ungkapnya.

Soal harga tak perlu khawatir kemahalan, karena Bambang mematok minuman kekinian itu dari Rp5 ribu sampai Rp10 ribu saja. Saking terjangkau, Bambang bisa menjual 200 cup sehari dengan omzet Rp1,3 jutaan loh!

Saat berkunjung, Okezone juga sempat mencicipi es kopi alpukat yang hanya dibanderol Rp5 ribuan. Bambang meracik minuman tersebut dengan buah alpukat, susu segar, espresso dan sedikit gula.

Meski harganya sangat murah, rasa minuman kekinian tersebut berhasil memanjakan lidah Okezoners. Pas banget minumnya siang hari saat cuaca panas. Segar!

Perwakilan Insight Investments Management Dwi Laksmi Anggitha Sari pun mengapresiasi usaha kopi gerobak keliling milik Bambang. Selama memberikan pelatihan awal 2020 lalu, melihat usaha Bambang di tengah pandemi Covid-19, ia turut senang.

"Kopi jadi salah satu produk yang digemari masyarakat, market demand bagus, gerai kopi semakin lama berkembang pesat dan kami memberikan pelatihan untuk menciptakan lapangan kerja dengan wirausaha di bidang kopi," ungkap Gita.

Gita menjelaskan, pelatihan meliputi pengenalan dasar kopi, cara membuat kopi hingga ke tahap hospitality, bersama para barista-barista handal. Calon barista akan melalui pelatihan dasar selama tiga hari, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan lainnya.

"Kita fasilitasi mereka agar bisa mengembangkan diri lagi. Yang sukses berwirausaha baru satu, lalu diharapkan jadi inspirator bagi para peserta lain," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini