Kunjungan Wisatawan Mancanegara September 2020 Turun hingga 88,95 Persen

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 04 November 2020 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 04 406 2303757 kunjungan-wisatawan-mancanegara-september-2020-turun-hingga-88-95-persen-9VNhSG3452.jpg Wamenparekraf, Angela Tanoesoedibjo (Foto: MNC Media)

JUMLAH kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) kembali mengalami penurunan setelah sempat naik Agustus lalu.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisman di bulan September 2020 mengalami penurunan hingga 88,95 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2019.

Bila ditotalkan, jumlah kunjungan wisman bulan September 2020 adalah sebanyak 153.498 kunjungan. Kondisi yang sama juga terjadi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Agustus 2020, dengan penurunan sebesar 5,94 persen.

"Secara kumulatif (Januari–September 2020), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 3,56 juta kunjungan atau turun sebesar 70,57 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama 2019 yang berjumlah 12,10 juta kunjungan," tulis BPS dalam keterangannya, Selasa, 3 November 2020.

Baca juga: Viral Foto Anaconda Raksasa Melintang di Jalanan Brazil

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo mengatakan, menurunnya pergerakan wisatawan, terutama dari mancanegara, menjadi momentum bagi Indonesia untuk melakukan revitalisasi dan perbaikan infrastruktur pariwisata di berbagai daya tarik wisata di tanah air.

“Kita mempersiapkan diri untuk mendorong kembali kebangkitan pariwisata pasca-pandemi Covid-19, negara-negara yang bertumpu pada pariwisata juga melakukan hal yang sama untuk memulihkan kinerja sektor pariwisatanya,” kata Angela dalam siaran pers yang diterima Okezone.

Dia mengatakan, pihaknya juga berupaya mengoptimalkan potensi pariwisata domestik termasuk memulihkan kinerja pariwisata dengan terlebih dahulu fokus pada wisatawan nusantara. Upaya ini didukung dengan kampanye wisata aman dengan protokol CHSE melalui kampanye Indonesia Care.

Sejauh ini tercatat wisatawan Indonesia yang bepergian ke luar negeri pada 2018 sebesar 9,5 juta orang dengan pengeluaran sebesar 1.090 dolar AS per keberangkatan per pax.

Sehingga jika ditotal, ada potensi sebesar 10,355 miliar dolar AS atau kurang lebih Rp150 triliun yang bisa dimaksimalkan jika masyarakat memilih melakukan perjalanan aman di dalam negeri.

Ia juga berharap akselerasi dan strategi yang dilakukan dengan mengoptimalkan potensi wisatawan nusantara dapat memberikan semangat baru bagi seluruh stakeholder pariwisata dalam meningkatkan jumlah wisatawan yang berkualitas.

“Tidak hanya itu, sektor pariwisata juga diharapkan dapat meningkatkan devisa negara dengan signifikan, menciptakan lapangan pekerjaan baru, menciptakan value chain baru, serta menciptakan pariwisata Indonesia yang lebih berkualitas dan berkelanjutan," demikian Angela.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini