Mau Umrah di Tengah Pandemi Covid-19? Ini Loh Syaratnya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 01:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 406 2304805 mau-umroh-di-tengah-pandemi-covid-19-ini-loh-syaratnya-5wkSJWd7G0.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

SETELAH sempat ditutup sejak Februari 2020 akibat pandemi Covid-19, masyarakat Indonesia kini dapat kembali melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci, Mekkah. Namun ada persyaratan baru saat umrah di tengah pandemi Covid-19.

Pada 1 November 2020, Bandara Soekarno-Hatta telah melayani penerbangan 253 jamaah umrah, setelah pemerintah Arab Saudi membuka penerbitan visa umroh bagi WNI. Penerbangan umrah perdana sejak ditutup sekitar 8 bulan lalu itu, dioperasikan oleh maskapai Saudia nomor penerbangan SV 817 rute Jakarta-Jeddah dengan jadwal keberangkatan pukul 10.45 WIB dan landing 16.30 waktu setempat.

Nah, bagi Okezoners yang tertarik untuk melaksanakan ibadah umroh, ada beberapa hal penting yang wajib Anda ketahui. Hal ini berkaitan erat dengan peraturan baru dan sederet protokol kesehatan yang diterapkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Salah satunya adalah pembatasan usia jamaah.

Baca Juga: Bosan WFH? Yuk Melepas Penat di Hutan Mangrove PIK 

umroh

Managing Director Dream Tour Ryan Darmawan mengatakan, saat ini usia jamaah yang diperkenankan berangkat umrah yakni 18-50 tahun. Di masa pandemi Covid-19, anak-anak tidak boleh ikut serta umroh untuk sementara waktu.

"Ini sebetulnya yang jadi masalah. Sekarang batasan usia yang boleh berangkat tidak boleh kurang dari 18 tahun dan tidak boleh dari 50 tahun. Padahal, segmen umrah sendiri lebih banyak menyasar jamaah yang berusia lanjut, dan keluarga. Banyak yang tidak jadi berangkat karena anaknya kurang dari 18 tahun, atau orang tuanya sudah di atas 50 tahun," ujarnya saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, Kamis 5 November 2020.

Selain usia, Ryan mengatakan bahwa seluruh jamaah juga harus menjalani proses karantina setibanya di Mekkah. Proses karantina akan berlangsung selama kurang lebih 3 hari, sebelum jamaah diperkenankan untuk memulai ibadah umrah.

Tidak perlu khawatir, seluruh fasilitas karantina seperti hotel dan akomodasi lainnya sudah termasuk dalam paket umrah yang ditawarkan oleh setiap tour and travel. Sedangkan untuk biaya SWAB tes sendiri langsung ditanggung oleh Pemerintah Arab Saudi.

"Karantinanya nanti di hotel bintang lima karena saat ini tidak semua hotel di Arab Saudi yang diperbolehkan beroperasi. Biayanya semua sudah termasuk paket umrah, namun selama 3 hari itu jamaah tidak boleh keluar hotel. Makanan dan kebutuhan lainnya tetap akan disuplai," kata Ryan.

"Untuk persayaratan lainnya tidak ada yang khusus. Sebelum keberangkatan jamaah hanya perlu melampirkan hasil SWAB tes yang baru dilakukan dalam kurun waktu 72 jam. Selebihnya, sama seperti saja seperti kondisi sebelum pandemi Covid-19," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini