Ecotourism Jatiluwih Nan Elok dan Menjanjikan Ketenangan

Karina Asta Widara , Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 25 2305448 ecotourism-jatiluwih-nan-elok-dan-menjanjikan-ketenangan-wZjyvJTYuT.jpg fOTO : Dok DTW Jatiluwih

Jatiluwih- Pesona Pulau Dewata Bali memang tak pernah lekang oleh waktu untuk dijelajahi. Ada banyak pilihan destinasi menarik di setiap sudutnya yang menyuguhkan keindahan alam. Bagi wisatawan yang mencari pemandangan hijau dan pemandangan alam yang asri, maka sawah terasering Jatiluwih merupakan tempat yang harus Anda prioritaskan untuk dikunjungi saat liburan di Bali.

Sawah terasering Jatiluwih Bali terletak di tengah-tengah Kabupaten Tabanan yang dinobatkan sebagai salah satu Lanskap Budaya Bali oleh UNESCO sebagai bagian dari Sistem Subak Bali.

Kawasan yang berada di dataran tinggi Bali Barat ini paling terkenal dengan pemandangannya yang dramatis dan eksotis. Dataran tinggi yang sejuk dan pemandangan desa yang menakjubkan di kaki Gunung Batukaru ini menjadi moment terbaik untuk berfoto dengan view indah sekaligus sebagai tempat peristirahatan yang menenangkan jiwa dan pikiran karena desa ini jauh dari kawasan Selatan Bali yang padat.

Nengah Sutirtayasa, Ketua DTW Jatiluwih, kepada Okezone mengatakan Jatiluwih memang dikenal sebagai kawasan Ecotourism yang tidak hanya mampu memanjakan mata, tapi juga memiliki sarana olahraga yang bisa dinikmati oleh para wisatawan yang berkunjung seperti sarana untuk sepeda, hiking, tracking dan yang masih banyak lagi. Di masa pandemi seperti sekarang ini, wisatawan tak perlu khawatir untuk datang ke Jatiluwih karena di desa ini masih aman untuk dikunjungi karena sudah menerapkan protokol kesehatan.

"Sebenarnya untuk sekarang ini Jatilwuih masih aman untuk dikunjungi karena Jatiluwih ini adalah hobi alam dan tentu ada terasering sekitar 300 hektar juga lingkungannya sangat bagus untuk sport tourism. Jadi, selama kemarin seblum new normal ada spot-spot tracking hiking ke gunung," papar Nengah

 

Sebagian besar area perbukitan di kawasan ini pun ditempati dengan bentuk persawahan hijau sebagai teras. Hamparan sawah terbentang dari puncak pegunungan hingga daratan bertemu dengan laut. Sawah terasering Jatiluwih bagi sebagian wisatawan menyebutnya dengan nama yang berbeda, yaitu Jatiluwih Green Land.

"Dan banyak juga agro wisata seperti jeruk, jambu kristal sehingga mereka juga bisa menikmati argo tourism dan juga air terjun yang wisatawan kesana untuk menikmati alamnya sebagai objek pariwisatanya," tutur Nengah

Sawah terasering Jatiluwih terletak di desa Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Jika Anda ingin mengunjungi persawahan Jatiluwih dari Ubud akan memakan waktu sekitar 1 jam 45 menit dengan jarak tempuh 41 kilometer.

CM

(yao)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini