6 Makanan Ekstrem di Indonesia, Traveler Berani Coba?

Jaya Wanda Puspa Bekti, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 301 2305193 6-makanan-ekstrem-di-indonesia-traveler-berani-coba-vifQzmiDzf.jpg Pasar Tumohon menjual daging kelelawar hingga ular untuk bahan masakan (Okezone.com/Subhan)

INDONESIA bukan hanya kaya dengan keindahan alam, tapi juga kulinernya. Beberapa kuliner nusantara bahkan sudah go internasional, seperti rendang, nasi goreng, sate. Rasa dan bentuk kuliner Indonesia beragam.

Namun, Indonesia juga memiliki beberapa kuliner yang dianggap ekstrem dan tidak lazim. Kebanyakan orang mungkin menanggapnya aneh, tetapi bagi sebagian yang lain, sajian tersebut dianggap lezat bahkan menjadi santapan yang turun temurun.

Baca juga: 5 Street Food Khas Jakarta, Sudah Pernah Coba?

Simak yuk 6 makanan ekstrem di Indonesia yang dirangkum Okezone dari beberapa sumber.

1. Tikus Bakar Khas Minahasa

Makanan ekstrem satu ini sudah menjadi kebudayaan masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara. Tikus yang dimakan bukanlah tikus yang biasa ditemukan di rumah-rumah atau selokan air, melainkan tikus yang berada di hutan jauh dari pemukiman.ilustrasi

Cara penyajianya hanya membakar tikus menggunakan bambu hingga warnanya berubah menjadi hitam, lalu tikus bakar bisa langsung dinikmati. Atau tikus bakar tadi bisa dimasak menjadi tikus rica-rica.

Baca juga: Thailand Surganya Kuliner Pedas, Ini 6 Pilihannya

"Tekstur dagingnya lembut banget, empuk, dan kaya makan burung puyuh," kata Annisa Malati, presenter Geopark Indonesia saat meliput di Minahasa seperti dikutip dari channel Youtube iNews Magazine.

2. Ulat Sagu Khas Papua

Ulat sagu yang menjadi makanan khas Suku Komoro di Papua bisa ditemukan di dalam batang pohon sagu dan kelapa yang sudah mati. Biasanya ulat sagu dimakan mentah-mentah tanpa dimasak terlebih dahulu.

 ilustrasi

Makanan ini dipercaya oleh Suku Komoro bisa menjadi obat kuat. Namun ternyata ulat sagu juga memiliki kandungan vitamin, protein, karbohidrat, asam amino, dan lemak omega yang baik untuk tubuh.

 

3. Sajian Otak Kera

Sulawesi Utara dikenal sebagai ibu kota makanan ekstrem. Salah satu pasar yang menjual berbagai daging dan sajian ekstrem adalah Pasar Beriman Tomohon. Di sini Okezoners bisa menjumpai berbagai kuliner yang tidak lazim, salah satunya adalah otak kera atau monyet.

 Baca juga: Wisata Kuliner di Pasar Lama Tangerang, Yuk Cicipi 5 Makanan Lezat Ini

Tradisi mengkonsumsi otak kera berawal dari China sejak Dinasti Qing, yang kemudian menyebar ke daratan Indonesia. Makanan ini dipercaya bisa mengatasi masalah kejantanan pria.

4. Cacing Tanah

Cacing tanah dipercaya sebagian orang bisa menyembuhkan penyakit tifus, mengatasi peradangan, diare, dan melancarkan sirkulasi darah.

Cara pengolahanya bisa dengan menjemur cacing hingga kering lalu di haluskan, atau di jus dengan menambah buah-buahan agar rasa cacing tidak dominan.

Sebagian warga Indonesia percaya hal ini. Tapi, secara medis masih menimbulkan pro dan kontra.

5. Paniki Kuah Santan Khas Manado

Paniki adalah sebutan orang Manado untuk sajian kelelawar. Jenis Kelalawar yang digunakan biasanya kelalawar pemakan buah. 

Cara penyajianya dengan membakar kelalawar hingga matang, kemudian di masak dengan kuah santan, lalu disajikan.

6. Sajian Ular Kobra 

Kobra dipercaya sebagian kalangan memiliki manfaat bagi kesehatan. Bagian empedu, darah, dan daging ular berbisa ini dipercaya bisa mengobati penyakit seperti diabates, stroke ringan, dan asma. Namun, Ular kobra juga dipercaya bisa menambah vitalitas pria.

Ini sebenarnya hanya klaim masyarakat saja alias mitos, karena belum ada penelitian medis.

Ular kobra, oleh sebagian warga, juga dibuat sup atau dijadikan sate. Kuliner ini bisa ditemukan di beberapa pasar tradisional seperti di Tangerang dan Bandung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini