Minta Maaf Usai Di-Blacklist ke Gunung Rinjani, Fiersa Besari Tuai Pujian

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 07 November 2020 00:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 406 2305541 minta-maaf-usai-di-blacklist-ke-gunung-rinjani-fiersa-besari-tuai-pujian-gVOPKFft6b.jpg Fiersa Besari (Instagram @fiersabesari)

FIERSA Besari masuk daftar hitam alias blacklist Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, karena melanggar protokol kesehatan. Kepala Balai TNGR, Dedi Asriady angkat bicara terkait kasus ini.

Dedi Asriady memuji sikap jantan Fiersa Besari yang berani mengakui kesalahan dan meminta maaf usai dihukum dua tahun tak boleh naik Gunung Rinjani.

Baca juga: Penjelasan Fiersa Besari Usai Di-Blacklist Naik Gunung Rinjani

Permohonan maaf disampaikan Fiersa melalui video yang diunggah ke akun Instagramnya, Jumat (6/11/2020). Penulis juga pelantun tembang 'Celengan Rindu' itu mengklarifikasi kasusnya. Ia mengaku tahu diblacklist dari media lalu mengonfirmasi ke TNGR.

"Saya mengakui itu kesalahan saya, dan saya juga bertanya apakah saya boleh membuat video seperti ini , takutnya berita yang tersebar menjadi simpang siur," ujar Fiersa.

"Saya juga mau meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada kawan-kawan semua karena sudah mencontohkan hal yang tidak baik. Saya juga mau minta maaf kepada pihak TNGR karena sudah melanggar peraturan. Dan tadi saya juga dititipi pesan oleh pihak TNGR bahwa kalian semua jangan meniru saya karena yang saya lakukan sebuah kesalahan dan kebodohan," imbuhnya.

 ilustrasi

Gunung Rinjani (Okezone)

Sementara pada video selanjutnya, Fiersa Besari sedikit menyinggung tentang durasi pendakian yang hanya diperbolehkan 2 hari 1 malam.

"Banyak pendaki, beberapa pendaki yang merasa pendakian 2 hari 1 malam itu memberatkan dan tidak manusiawi. Yang namanya peraturan kalau tidak terima, suarakan lah lewat jalur yang resmi jalur yang tepat jangan seperti saya," ujarnya.

Baca juga:  Disiplin Protokol Kesehatan Kunci Wisatawan Datang ke Labuan Bajo

Dedi Asriady merespons video permintaan maaf dan klarifikasi dibuat Fiersa Besari.

"Video pertama itu keren untuk edukasi baik untuk para pendaki maupun wisatawan non pendakian. Itu bagus banget. Jujur video pertama saya salut, dia gentle mau meminta maaf bukan untuk TNGR tetapi untuk masyarakat juga, dan unsur edukasinya," kata Dedi saat dihubungi Okezone.

 

Sementara untuk video kedua, Dedi mengatakan bahwa dirinya melihat video tersebut diunggah Fiersa sebagai masukkan untuk Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.

Namun ketika berbicara perihal peraturan baru tentang durasi pendakian 2 hari 1 malam, Dedi menjelaskan peraturan itu sejatinya dikeluarkan langusng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai syarat pembukaan Taman Nasional di masa pandemi Covid-19.

"Kalau baca aturan KLHK itu, Taman Nasional boleh dibuka dengan beberapa syarat pertama kuotanya dibatasi hi nd ga 30% dari kapasitas normal. Dan durasi pendakian menjadi 2 hari 1 malam. Peraturan ini tidak hanya berlaku di Gunung Rinjani, tetapi di semua Gunung di Indonesia. Kalau kondisi normal kan mau 10 hari juga tidak apa-apa," tegas Dedi.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini