Intip Keunikan 3 Cagar Biosfer Baru Indonesia yang Ditetapkan UNESCO

Ersa Ambarita, Jurnalis · Sabtu 07 November 2020 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 408 2305446 intip-keunikan-3-cagar-biosfer-baru-indonesia-yang-ditetapkan-unesco-dF5B04bQyE.jpg Alam bawah laut Taman Nasional Bunaken di Minahasa (Instagram @bunaken.island)

UNESCO menetapkan tiga cagar biosfer baru di Indonesia dalam Sidang ke-32 International Coordinating Council (ICC) Man and the Biosphere (MAB) UNESCO secara daring pada 27-28 Oktober 2020.

Dengan demikian, Indonesia kini memiliki 19 cagar biosfer atau kawasan ekosistem yang eksistensi konservasi keanekaragaman hayatinya diakui dunia internasional. Luasnya mencapai 29 juta hektare dan menjadi bagian dari World Network of Biosphere Reserves (WNBR).

Baca juga: 3 Gunung Paling Instagramable di Indonesia, Cocok Buat Pendaki Pemula Berjiwa Petualang 

“Keberadaan 19 cagar Biosfer Indonesia membuat Indonesia memiliki peluang besar untuk mendemonstrasikan pembangunan berkelanjutan,” kata Direktur Eksekutif Komite Nasional Program MAB Indonesia Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI) Y. Purwanto dalam keterangan tertulis kepada media beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pembangunan dan pengembangan cagar biosfer menjadi sarana mewujudkan komitmen bangsa Indonesia dalam melaksanakan berbagai konvensi terkait dengan lingkungan hidup, keanekaragaman hayati, dan perubahan iklim.

Baca juga: 5 Objek Wisata Kebun Teh yang Menawan di Indonesia, Cocok Buat Refreshing

Adapun tiga cagar biosfer baru Indonesia ditetapkan UNESCO adalah Cagar Biosfer Bunaken Tangkoko Minahasa, Cagar Biosfer Karimunjawa Jepara Muria, dan Cagar Biosfer Merapi Merbabu.

1. Cagar Biosfer Bunaken Tangkoko Minahasa

Cagar Biosfer Bunaken Tangkoko Minahasa terletak di Minahasa, Sulawesi Utara. Cagar biosfer ini dikenal dengan ekosistem vulkanik yang memiliki 746.405,92 hektare habitat darat dan laut.

ilustrasi

Bunaken (Indonesia.Travel)

Sedangkan alam bawah laut Bunaken memiliki 390 spesies terumbu karang, 3.000 spesies ikan, spesies rumput laut, dan spesies alga. Kawasan Bunaken ini juga meliputi pesisir hutan bakau, pulau-pulau, dan ekosistem darat.

Selain itu Bunaken memiliki 40 spot menyelam yang seakan menjadi surga bagi para penyelam. Di laut Bunaken inilah para penyelam dapat menikmati keindahan reruntuhan kapal Jerman yang telah ditumbuhi terumbu karang.

2. Cagar Biosfer Karimunjawa Jepara Muria

Cagar Biosfer Karimunjawa Jepara Muria di Jawa Tengah terletak di wilayah pegunungan yang mengelilingi Gunung Muria. Penetapan cagar ini juga meliputi daerah Kabupaten Kudus, Jepara, dan Pati.

Ekosistem dengan gabungan kepulauan, pegunungan, pulau-pulau kecil, hutan hujan tropis, dan dataran rendah membuat Bunaken Karimunjawa menjadi cagar biosfer yang unik. Tidak hanya menawarkan laut biru yang indah, Karimunjawa pun menyimpan kekayaan laut yang beragam.

ilustrasi

Karimunjawa

Setidaknya terdapat 400 spesies fauna laut dan ragam ikan hias yang hidup di terumbu karang. Kemolekan kawasan ini kian bertambah dengan keberadaan cagar Merapi Merbabu Menoreh.

Daya pikat Karimunjawa ada pada wisata pegunungan dan perbukitannya. Tempat yang menjadi favorit para pendaki dan wisatawan untuk menikmati pesona alam Karimunjawa.

3. Cagar Biosfer Merapi Merbabu Menoreh

Cagar Biosfer Merapi berada di Jawa Tengah luasnya 254.877 hektare. Wilayah ini meliputi Taman Nasional Gunung Merapi, Taman Nasional Gunung Merbabu, dan Suaka Margasatwa Sermo.

ilustrasi

Gunung Merapi diffoto dari Gunung Merbabu (Okezone.com/Salman Mardira)

Setiap kekayaan alam di wilayah ini memiliki peranan penting untuk melindungi ragam spesies endemik Jawa, termasuk Cagar Merapi Merbabu Menoreh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini