Fiersa Besari Kena Blacklist, Durasi Pendakian Gunung Rinjani Disorot Netizen

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 07 November 2020 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 07 406 2305730 fiersa-besari-kena-blacklist-durasi-pendakian-gunung-rinjani-disorot-netizen-C4ZyClUy8Q.jpg Gunung Rinjani (Kemenparekraf)

PENULIS dan penyanyi Fiersa Besari diblacklist dan tak boleh mendaki Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) selama dua tahun karena melanggar SOP pendakian. Netizen ikut menyorot SOP Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang dianggap memberatkan.

Masa pandemi Covid-19, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani membuat SOP baru di antaranya membatasi kuota pendakian 30% dari kapasitas normal dan membatasi durasi pendakian menjadi 2 hari 1 malam.

Baca juga:  Penjelasan Fiersa Besari Usai Di-Blacklist Naik Gunung Rinjani

Sebagian berasumsi blacklist pendaki seperti yang dialami Fiersa Besari tidak akan terjadi bila durasi pendakian dilonggarkan. Netizen menganggap Gunung Rinjani terlalu singkat jika didaki hanya 2 hari.

 ilustrasi

Fiersa Besari (IG @fiersabesari)

"Untuk ukuran Rinjani yang segede dan sesulit itu, waktu 2 hari 1 malam itu kek ndaki gunung di kejar kamtib. Untung saya sabar wkwkwk jadi nunggu kalau durasine udah santuy aja," tulis akun Instagram @wokeo_.

"Harus jadi bahan evaluasi juga nih. Untuk waktu tempuh dengan estimasi yang cukup sekiranya 3 hari 2 malam," tulis akun akun Instagram @fadhilsw.

"Mending tutup lagi aja deh, bukanya nanti aja kalau udah bisa normal waktunya. Udah kayak macan 2 hari semalem mah wkwk," tulis akun @octvvv di Instagram.

 

Terkait hal ini, Kepal Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Dedi Asriady mengatakan bahwa SOP 2 hari 1 malam tersebut sejatinya sudah disimulasikan jauh sebelum Gunung Rinjani dibuka pada 22 Agustus lalu.

Baca juga:  Minta Maaf Usai Di-Blacklist ke Gunung Rinjani, Fiersa Besari Tuai Pujian

Bahkan, penetapan durasi pendakian tersebut juga melibatkan sejumlah stakeholders termasuk komunitas pencinta alam dan tracking organisation.

"Sudah diskusikan dan disimulasikan oleh tim kami, semuanya berjalan lancar. Tapi memang di masa pandemi Covid-19 ini, pendaki harus benar-benar bijak memilih paket pendakian yang telah direkomendasikan pihak kami," kata Dedi Asriady kepada Okezone, Sabtu (7/11/2020).

Dedi menjelaskan, dua paket pendakian ini berlaku untuk jalur Sembalun. Adapun rute alternatif pada paket pertama adalah Sembalun-Plawangan Sembalun-Puncak Rinjani.

Sedangkan alternatif kedua adalah Sembalun-Plawangan Sembalun-Danau Segara Anak. Bila pendaki mengikuti atau mematuhi rute-rute yang telah dianjurkan Balai TNGR, Dedi mengatakan bahwa durasi 2 malam itu sudah cukup.

"Sayangnya banyak pendaki yang nekat sudah mendaki sampai puncak, tapi lanjut lagi ke Danau Segara Anak. Kalau rutenya seperti ini ya memang tidak akan cukup 2 hari. Pemberlakuan SOP ini mau tidak mau harus dilakukan agar pendaki naik Gunung Rinjani dengan aman dan nyaman," kata Dedi.

"Perlu diketahui, Gunung Rinjani adalah salah satu Gunung yang paling cepat buka. Semeru saja baru bulan lalu. Kami dari bulan Agustus. Kenapa saya buru-buka buka? Ada dua persoalan tahun 2018 di Rinjani itu gempa, di tahun 2019 hanya buka 6 bulan. Saya tahu para pendaki sudah rindu mendaki. Jadi tolong jadilah pendaki yang cerdas dan bertanggung jawab," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini