Menilik Potensi Wisata Selancar di Indonesia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 09 November 2020 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 08 406 2306321 menilik-potensi-wisata-selancar-di-indonesia-tHeQVHM5cT.JPG Seorang wisatawan sedang berselancar (Foto: globalsurf)

Seiring berjalannya waktu, perkembangan wisata selancar di Indonesia pun mengalami peningkatan yang sangat pesat. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya surf school yang terbentang sepanjang garis pantai Kuta dan Canggu di Bali.

Bahkan, Indonesia diklaim sebagai negara dengan surf school terbanyak di dunia. Selain Bali, beberapa daerah di Indonesia juga sudah mulai tergerak untuk mengembangkan potensi wisata selancar yang mereka miliki. Sebut saja Cimaja di Sukabumi, Jawa Barat.

Fakta menarik lainnya, di masa pandemi Covid-19 wisata selancar digadang-gadang dapat menjadi salah satu pendongkrak devisa di sektor pariwisata.

Bukan tanpa alasan. Rata-rata wisman yang datang ke Indonesia untuk berselancar cenderung memiliki length of stay yang lama, dan total spending yang besar.

"Rata-rata mereka itu bisa stay hingga satu minggu. Belum lagi spendingnya yang sangat besar, mulai dari membeli papan selancar hingga biaya akomodasi dan transportasi menuju pantai. Semuanya itu berpotensi untuk mendongkrak kembali sektor pariwisata kita," kata Arya.

Surfing

(Foto: Okezone.com/Utami Riyani)

"Menariknya, di masa pandemi Covid-19 ini banyak peselancar yang justru tertarik datang ke Indonesia. Mereka lebih senang berselancar di tempat yang tidak terlalu ramai. Beberapa ada yang sudah masuk ke Indonesia menggunakan visa bisnis, padahal biayanya cukup tinggi. Bisa dibilang uang itu bukan jadi masalah buat peselancar," imbuhnya.

Untuk mendorong pengembangan potensi wisata selancar di Indonesia, ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan pemerintah dan Kemenparekraf.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini