5 Alasan Sumatra Utara Layak Jadi Destinasi Ekowisata bagi Traveller

Chotimah, Jurnalis · Minggu 08 November 2020 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 08 408 2306103 5-alasan-sumatra-utara-layak-jadi-destinasi-ekowisata-bagi-traveller-mWkiNqISFd.JPG Danau Toba di Sumatra Utara (Foto: Instagram/@visitdanautoba)

Berburu Rafflesia raksasa di Bukit Lawang

Bagaimana rasanya jika menemukan bunga sepanjang satu meter saat berwisata? Tentu hal itu akan sangat menyenangkan. Anda mungkin pernah melihatnya di film-film fiksi ilmiah, tetapi sebenarnya Anda bisa melihatnya dari dekat, tentunya di wilayah Sumatra Utara.

Bunga Rafflesia

(Foto: Susatya)

Rafflesia Arnoldi adalah bunga terbesar di dunia dan Anda dapat menemukannya di Bukit Lawang, sebuah desa wisata yang luas di tepi Taman Nasional Gunung Leuser. Sangat jarang menemukan bunga-bunga ini saat mereka mekar secara tidak terduga. Namun, jika beruntung Anda bisa melihat bunga yang menakjubkan ini dalam perjalanan ekowisata di sekitar area tersebut.

Menjelajahi Danau Toba yang memesona

Perjalanan ekowisata ke Sumatra Utara belum lengkap rasanya tanpa mengunjungi Danau Toba . Luas permukaan 1.145 kilometer persegi dan kedalaman sekitar 450 meter menjadikan Danau Toba sebagai danau kawah terbesar di dunia. Lebih dari sekadar tujuan wisata, tempat ini menawarkan pengalaman budaya yang tak terlupakan dan liburan magis dengan pemandangan hijau serta pegunungan yang menakjubkan.

Danau Toba

(Foto: Maritim)

Wisatawan bisa menikmati pemandangan spektakuler sambil bersantai di pemandian air panas Sipoholon. Mereka juga bisa belajar tentang budaya kuno daerah di Pulau Samosir yang terletak di tengah danau. Tak heran jika kawasan ini pernah menduduki peringkat teratas destinasi ekowisata. Danau Toba bukan hanya danau terbesar kelima di dunia, keindahannya yang mencolok juga akan membuat Anda takjub.

Meski pandemi telah mengubah cara manusia bepergian, kita tetap harus melestarikan alam dan sekitarnya. Satu hal penting yang dapat kita lakukan adalah menjadi pelancong yang sadar lingkungan. Sebagai wisatawan yang baik, tentunya harus melindungi dan menghormati satwa liar, serta mendukung masyarakat setempat dengan menjunjung kearifan lokal.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini