Viral Pohon "Menangis" di Sleman Gegerkan Warga, Jadi Wisata Dadakan!

Senin 09 November 2020 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 406 2306692 viral-pohon-menangis-di-sleman-gegerkan-warga-jadi-wisata-dadakan-OFLvo309l0.JPG Pohon aneh mengeluarkan air di Sleman, DIY (Foto: KRjogja)

FENOMENA aneh terjadi di Sleman, DIY. Ya, sebuah pohon di Jetis, Mororejo, Tempel, Sleman beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan publik.

Pasalnya, pohon jenis Weru dengan diameter sekitar 20 centimeter ini mengeluarkan air, seperti orang menangis.

Kini, tiap malam warga ramai berdatangan ke lokasi pohon setinggi 8 meter yang terletak di selatan kampung tersebut. Tak pelak, pohon ini menjelma menjadi objek wisata dadakan bagi orang-orang yang penasaran melihatnya.

Seorang warga Jetis, Joko Daryanto alias Jliteng (40) mengatakan, awalnya ia hanya mendengar kabar dari beberapa tetangganya. Karena penasaran, Joko menyempatkan diri ke lokasi pohon itu di malam hari.

Baca juga: Rambut Monte, Telaga Cantik nan Eksotis Berbalut Misteri

“Ternyata benar, air yang turun (bahkan) seperti air hujan. Cukup deras seperti gerimis, sampai-sampai bagian bawah pohon basah. Padahal jarak dua meter dari pohon ini tidak gerimis apalagi hujan, bahkan rumput yang tidak ada di bawah pohon juga kering,” kata Joko keheranan, sebagaimana dikutip dari laman KRjogja, Senin (9/11/2020).

Peristiwa itu, secara tak sengaja diketahui warga lainnya, Anto. Saat sedang melintas, saksi pun heran karena jalan aspal di sekitar pohon basah. Saat mendekat, saksi kaget karena turun air seperti gerimis, tepat di bawah pohon.

“Airnya hanya turun di bawah pohon saja, sekitarnya tidak. Ada warga yang mengaitkan ini dengan fenomena alam biasa. Namun ada juga yang menghubungkannya dengan hal-hal berbau mistis,” kata Anto.

Menurut Joko, keluarnya air dari pohon itu akan jelas terlihat pada malam hari. “Jika siang hari, mungkin karena ada terik matahari atau angin, jadi tidak terasa. Ini baru pertama terjadi di kampung kami, ya tiap malam jadi ramai didatangi orang. Warga ada yang menyebutnya pohon gerimis atau pohon menangis,” ujarnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini