Mengenal Sejarah Hotel Majapahit, Cikal Bakal Lahirnya Hari Pahlawan

Jaya Wanda Puspa Bekti, Jurnalis · Rabu 11 November 2020 06:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 408 2307532 mengenal-sejarah-hotel-majapahit-cikal-bakal-lahirnya-hari-pahlawan-3dwPN3oZEx.jpg Hotel Majapahit Surabaya. (Foto: Instagram/@hotelmajapahitsby)

HOTEL Majapahit menjadi tempat penginapan penuh sejarah yang sarat dengan semangat Arek-arek Suroboyo, melawan penjajah bangsa Belanda dan Jepang. Tempat tersebut punya sejarah mendalam yang harus traveler ketahui.

Hotel Majapahit dibangun pada 1910. Hotel ini menjadi saksi kemarahan Arek-arek Suroboyo yang disebabkan oleh Bendera Belanda yang berkibar di atas tiang dengan tingkat paling tinggi tanpa persetujuan pemerintah RI daerah Surabaya.

Hotel ini beberapa kali berganti nama, pada tahun 1910 hotel ini berdiri dengan nama Oranje Hotel oleh Sarkies bersaudara. Kemudian di tahun 1942 berubah menjadi nama Yamato Hoteru/ Hotel Yamato, karena penjajah jepang masuk ke Indonesia dan menguasai hotel ini.

Baca Juga: Icip-Icip Kuliner Arab di Dekat Rumah Habib Rizieq Shihab, Petamburan

Dilansir Okezone dari channel YouTube Official iNews, pada 1945 Hotel Yamato berganti nama menjadi Hotel Merdeka/ Hotel Liberty. Di tahun inilah peristiwa perobekan Bendera Belanda dilakukan oleh Hariyono dan Kusno Wibowo, tepatnya pada 19 September 1945.

Ia memanjat tiang dan merobek warna biru Bendera Belanda yang semula berwarna Merah-Putih-Biru. Lalu sorak gembira masyarakat meneriaki "Merdeka!" Dari halaman hotel menjadi cikal bakal nama Merdeka tercetus.

"Tepatnya di Hotel Yamato arek arek Suroboyo dengan berani naik ke atap hotel, dan merobek bendera warna biru Belanda, sehingga menjadi dua warna yaitu merah dan putih," tulis keterangan foto yang diunggah laman Instagram @lovesuroboyo.

Sebelum peristiwa perobekan terjadi, sebenarnya Soedirman selaku Residen Daerah Surabaya yang dikawal Sidik dan Hariyono berunding bersama W.V.C Ploegman, selaku pimpinan Indo Europesche Vereniging (IEV) agar menurunkan Bendera Belanda karena Pemerintah RI sudah memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Namun Ploegman menolak dan tidak mengakui kemerdekaan Indonesia. Setelah itu Ploegman mengeluarkan senjata dan terjadi baku hantam di dalam ruangan, Hariyono dan Soedirman segera lari keluar hotel, namun Hariyono kembali lagi bersama Kusno Wibowo untuk pergi ke atap hotel dan merobek warna biru Bendera Belanda.

Sementara itu Ploegman tewas dicekik oleh Sidik dan Sidik pun tewas tertembak oleh tentara Belanda yang berjaga. Terakhir, pada 1969 nama Majapahit digunakan, karena Surabaya memiliki kerajaan besar bernama Majapahit.

Hingga kini Hotel Majapahit yang berlokasi di Jalan Tunjangan Nomor 65, Genteng, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur, masih eksis dengan bangunan yang masih sama. Kemudian dijadikan cagar Budaya untuk mengenang keberanian dan semangat Arek-arek Suroboyo untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tempat-tempat bersejarah seperti ruangan hotel nomor 33 sebagai markas sekutu, ruangan perundingan Soedirman dan Ploegman. Juga dengan tiang bendera yang menjadi saksi bisu perjuangan, masih terawat dengan baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini