Peserta Program 'We Love Bali' Kampanyekan Protokol CHSE di Nusa Penida & Lembongan

Antara, Jurnalis · Rabu 11 November 2020 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 406 2307776 peserta-program-we-love-bali-kampanyekan-protokol-chse-di-nusa-penida-lembongan-8kV8X7WPlD.JPG Para peserta program 'We Love Bali' (Foto: Antara)

PARA peserta program 'We Love Bali' mengampanyekan aspek kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan (CHSE) saat mengunjungi Pulau Nusa Penida dan Pulau Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, yang terletak di sebelah tenggara Pulau Bali itu.

"Di masa pandemi ini, kesadaran akan kebersihan (cleanliness), kesehatan (health), keamanan (safety) dan kelestarian lingkungan (environmental sustainability) juga memerlukan dukungan dari masyarakat/komunitas, akademisi, pengusaha, dan media," ungkap Direktur Eksekutif PHRI Bali, Ida Bagus Purwa Sidemen yang juga salah satu peserta program We Love Bali di Denpasar.

Anggota Tim Verifikasi Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali itu menambahkan, melalui program 'We Love Bali' yang diinisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Pemprov Bali itu, diharapkan dapat mewujudkan kesadaran terkait keselamatan dan keamanan di kalangan pelaku pariwisata dalam melakukan kegiatan di tengah pandemi Covid-19.

"Program 'We Love Bali' merupakan salah satu program pemulihan pariwisata, sekaligus memberikan edukasi terhadap penerapan protokol CHSE di daya tarik wisata dan desa wisata, termasuk melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di hotel tempat menginap dan daerah tujuan wisata yang dikunjungi dengan mengisi form cek list CHSE," tuturnya.

Baca juga: Hidupkan Pariwisata, Wishnutama Luncurkan We Love Bali

Implementasi penerapan CHSE, lanjut Purwa, sangat penting untuk menunjukkan bahwa Bali sebagai destinasi wisata internasional benar-benar berkomitmen dan mampu menerapkan protokol kesehatan.

"Program 'We Love Bali' adalah untuk mempromosikan kepariwisataan Pulau Seribu Pura yang kini terpuruk. Promosi itu dibarengi dengan kunjungan ke daya tarik wisata dan desa wisata," katanya.

Agenda 'We Love Bali' melibatkan 4.400 peserta yang dibagi dalam kelompok kecil terdiri 40 orang. Tiap kelompok melakukan satu trip (perjalanan) selama 3 hari 2 malam, dengan menginap secara bergiliran di sejumlah kawasan wisata yang ada di Bali.

Purwa dan puluhan peserta lainnya mengikuti program 10 trip Nusa Penida dari 8-10 November 2020 dengan rute dari Sanur, Nusa Penida, Nusa Lembongan dan kembali lagi ke Sanur, Denpasar.

"Di Nusa Penida itu ada Angel's Billabong yang merupakan muara akhir dari sebuah sungai, sebelum air sungai sampai ke lautan lepas. Fenomena alam yang memesona ini menampilkan cerukan-cerukan kolam alami yang sangat indah dan memukau," kata dia.

Angel's Billabong Nusa Penida berciri khas sangat artistik dengan batuan karang berwarna hijau kekuningan dengan kejernihan air yang mengalir.

Pada hari kedua program 10 trip Nusa Penida peserta diajak menuju Nusa Lembongan yang mengunjungi objek pantai, seperti Diamond Beach, Atuh Beach, Raja Lima, Dream Beach Jembatan Kuning dan lainnya serta menginap di Nusa Lembongan. "Jadi, ada kombinasi menginap di Nusa Penida dan Lembongan," lanjut Purwa.

Dalam program tersebut peserta juga diajak untuk berkunjung ke wisata konservasi mangrove dengan pemandangan alam hutan mangrove Nusa Lembongan yang sedikit berbeda dengan mangrove yang berada di wilayah Suwung, Denpasar, Bali.

Sementara itu, Anggota Tim Percepatan Pemulihan Pariwisata Bali yang mendampingi panitia, Ketut Jaman mengatakan, 12 rute perjalanan sudah disiapkan untuk program 'We Love Bali'. Dari 12 trip tersebut sudah mendapatkan dukungan anggaran dari Kemenparkeraf.

Terkait dengan teknis perjalanan, pertama peserta akan dibagi menjadi kelompok perjalanan, setiap kelompok terdiri dari 40 orang dengan menggunakan dua kendaraan bus, masing-masing bus berisi 20 penumpang, yang akan melalui satu rute perjalanan dari total 12 rute yang disediakan.

"Di setiap daya tarik wisata akan dilibatkan UMKM sebagai penyedia suvenir yang akan dijual kepada para peserta," ujarnya.

Selain itu, juga mempromosikan pariwisata Bali era baru kepada masyarakat luar melalui media sosial peserta, menyiapkan pariwisata Bali untuk menyambut wisman sejalan dengan Pergub Nomor 46 Tahun 2020, dan meningkatkan ekonomi tempat-tempat yang dikunjungi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini