5 Oleh-Oleh yang Wajib Dibawa Pulang saat Berkunjung ke Sumba

Ika Widi Oktavina, Jurnalis · Kamis 12 November 2020 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 301 2308401 5-oleh-oleh-yang-wajib-dibawa-pulang-saat-berkunjung-ke-sumba-tQ5cmYuXmd.JPG Sisir Harikara khas Sumba, NTT (Foto: Instagram/@megapink768)

BELAKANGAN Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi destinasi yang sedang naik daun. Lanskap alam yang menakjubkan serta masih kental akan budaya, menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan.

Selain menikmati panorama alam, berburu oleh-oleh harus Anda lakukan jika datang ke pulau eksotis ini. Mulai dari souvenir hingga makanan khas bisa menjadi oleh-oleh dari Sumba yang tak boleh ketinggalan. Daripada penasaran, berikut Okezone telah merangkum lima oleh-oleh khas Sumba yang wajib traveler bawa pulang.

Kain Tenun

Jika Jawa terkenal akan kain batiknya, maka Sumba memiliki kain tenun yang memesona. Kurang lengkap rasanya jika tidak membawa pulang kain tenun khas Sumba yang fenomenal ini.

Kain tenun Sumba terkenal akan keindahan coraknya yang khas dan tradisional. Setiap motif pada kain sangat unik serta memiliki makna tersendiri.

Kain Tenun Sumba

(Foto: Instagram/@kaintenunsumba)

Masih dipintal menggunakan alat sederhana dan dikerjakan secara manual serta menggunakan pewarna alami yang pembuatannya cukup rumit.

Proses pembuatan kain tradisional ini memakan waktu yang lama, sekitar 6 bulan hingga 3 tahun. Tak heran jika oleh-oleh khas Sumba ini dibanderol dengan harga yang cukup mahal.

Tertarik untuk memilikinya? Anda dapat menemukan kain tenun khas Sumba di pusat cendera mata, toko seni, hingga langsung di perkampungan kain tenun seperti Kampung Lambanapu dan Kampung Adat Raja Prailiu.

Sisir Haikara

Sisir haikara adalah sisir yang ditancapkan ke rambut sehingga mirip mahkota saat dipakai. Umumnya berwarna gelap dengan ukiran khas Sumba pada bagian atas.

Sisir cantik ini dulunya hanya dipakai oleh wanita kerajaan. Saat ini dipakai wanita Sumba ketika ada acara adat tertentu dan menjadi salah satu cenderamata yang diburu wisatawan.

Biasanya terbuat dari cangkang penyu. Namun, kini juga terbuat dari kayu mengingat biota laut tersebut terancam punah.

Perhiasan Etnik Mamuli

Perhiasan etnik Mamuli merupakan salah satu perlengkapan yang selalu digunakan pada acara upacara adat di Sumba. Memegang peran perhiasan penting, biasanya diberikan pihak laki-laki saat akan melamar seorang perempuan.

Etnik Mamuli

(Foto: Instagram/@bagus_soehadijono)

Bentuknya menyerupai organ vital perempuan sebagai simbol untuk menghormati kedudukan perempuan. Umumnya terbuat dari perak dan emas, namun ada juga yang terbuat dari perunggu dan kuningan.

Mamuli awalnya digunakan sebagai anting, kemudian berkembang menjadi bros, liontin kalung, atau aksesoris lainnya yang dapat dijumpai di pasar, butik, serta sentra oleh-oleh Sumba. Harga perhiasan khas Sumba ini mulai dari Rp100 ribu, untuk anting kecil, tergantung ukuran dan bahan yang digunakan.

Kopi Sumba

Kopi Sumba termasuk ke dalam jenis Robusta. Jika dibandingkan dengan Arabika, kopi jenis ini memiliki kadar kafein lebih tinggi dan kadar gula jauh lebih rendah.

Di Pulau Sumba, kopi jenis ini tumbuh dengan baik pada dataran tinggi yang lembab dan cukup dingin. Seperti di wilayah Wewewa dan desa di wilayah Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya. Oleh karena itu, produsen kopi rakyat hanya ada di Sumba Barat Daya.

Kopi Sumba

(Foto: Instagram/@aromakopisumba)

Kopi Sumba terkenal memiliki rasa yang unik serta bercita rasa tinggi. Biji kopinya cenderung menghasilkan aroma kacang-kacangan dan cokelat. Hasil racikan kopi Sumba Barat Daya tidak begitu pekat, bahkan terlihat seperti teh. Sebagai oleh-oleh, Anda bisa mendapatkannya dalam bentuk biji atau bubuk kopi.

Kaparak

Olahan khas Sumba yang pas dinikmati bersama kopi atau teh ini cukup populer. Rasanya gurih dengan sedikit rasa manis dari gula. Kaparak sendiri terbuat dari jagung, gula putih, dan kelapa.

Jagung ditumbuk lalu disangrai di atas bara api. Kaparak biasanya dijadikan sebagai camilan dan dapat juga dijadikan makanan saat sarapan, makan siang, maupun makan malam.

Mulanya sebagai makanan rumah, kini sudah banyak kaparak yang dikemas sebagai buah tangan khas Sumba untuk wisatawan. Oleh-oleh ini juga awet untuk disimpan dalam jangka waktu lama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini