Singapura Tawarkan Seacation di Kapal Pesiar, Protokol Kesehatan Ketat

Antara, Jurnalis · Kamis 12 November 2020 08:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 406 2308273 singapura-tawarkan-seacation-di-kapal-pesiar-protokol-kesehatan-ketat-9pnx9SWuwk.jpg Ilustrasi. (Foto: World Dream)

AKIBAT pandemi Covid-19, industri kapal pesiar terpuruk. Namun ada cara lain yang membuat mereka bangkit, seperti membuat seacation bagi wisatawan.

Ya, seacation ditawarkan oleh kapal pesiar World Dream, kepada ratusan warga Singapura yang ingin bepergian ke luar rumah untuk bisa melepas penat. Mereka bisa naik kapal pesiar singkat dengan berbagai syarat.

Dikutip dari Antara, salah satunya sebelum mengikuti seacation, semua penumpang harus melewati tes usap untuk bisa naik ke kapal. Lalu kapasitas penumpangnya dibatasi setengahnya.

Wisatawan Ang Sen Hock (73) mengatakan dia tidak takut terinfeksi virus corona dan telah memesan beberapa perjalanan lagi dalam waktu dekat.

"Tidak khawatir. Sebab awal tahun ini saya juga naik kapal pesiar ini, dan kebetulan, ada dua orang yang diduga terinfeksi," kata Ang.

"Tapi kami tetap berangkat dan ada penanganan untuk mereka," kata dia seperti dikutip dari Reuters.

Industri kapal pesiar secara global betul-betul terdampak pandemi virus corona. Bahkan beberapa kasus awal Covid-19 ditemukan di kapal pesiar.

Pelayaran istimewa ini hanya terbuka untuk warga Singapura. Mereka bisa berlayar beberapa hari di atas laut.

Sebelumnya, ada juga penerbangan tak ke mana-mana yang diprakarsai maskapai di Asia. Penumpang dapat lepas landas dan mendarat di bandara yang sama.

Sebanyak 1.400 penumpang kapal pesiar diwajibkan memakai perangkat elektronik pelacakan kontak dan harus menjaga jarak sepanjang waktu.

Tidak ada lagi prasmanan dan Dream Cruises, menambah fasilitas medis, termasuk unit pemeriksaan dan isolasi.

"Gagasan untuk keluar dari Singapura, walaupun tidak jauh, beberapa hari, sangat menarik," kata salah satu penumpang, Robert Gaxiola.

Presiden Dream Cruises Michael Goh mengatakan, para kru akan merespons secara tegas tanda-tanda infeksi.

"Penumpang akan diharuskan kembali ke kabin dan pembersihan serta sanitasi akan dilakukan di kapal," kata dia.

"Dalam kurang dari 6 jam, kami akan kembali ke Singapura," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini