Tempat Wisata Dibuka, Okupansi Hotel di Jawa Timur Terdongkrak

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 12 November 2020 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 406 2308586 tempat-wisata-dibuka-okupansi-hotel-di-jawa-timur-terdongkrak-LiRPPAyUkB.JPG Kamar hotel di Kota Batu (Okezone.com/Avirista)

PANDEMI Covid-19 berdampak serius pada sektor pariwisata terutama perhotelan. Namun, dengan dibukanya sejumlah tempat wisata menyusul masuknya era adaptasi kebiasaan baru (AKB), dunia perhotelan bisa sedikit bernapas.

Di Kota Batu, Jawa Timur misalnya, tingkat hunian atau okupansi hotel sudah mulai naik setidaknya dalam tiga bulan terakhir. Hal ini tak lepas dari mulai dibukanya sejumlah tempat wisata.

Front Office Manager Jambuluwuk Hotel dan Resort, Oby Winatra menyatakan, hotelnya kini bisa ‘bernapas’ kembali setelah pada Maret hingga April 2020 tidak menerima tamu sekali, akibat tutupnya seluruh tempat wisata di Kota Batu dan sekitar.

Baca juga: Angela Tanoesoedibjo: Petakan Tantangan dan Peluang demi Pulihkan Sektor Parekraf 

Namun semenjak digaungkannya adaptasi kebiasaan baru dan penerapan protokol kesehatan secara ketat di berbagai sektor, perlahan mengerek okupansi hotel. Tapi, hotel kini hanya boleh mengisi 50 persen hunian dari kapasitas normal.

"Memang mulai naik, meski harus dibatasi 50 persen dari kapasitas utama 125 kamar terdiri 30 unit villa itu terisi separuhnya, untuk tipe kamar hotel dioperasikan 25 kamar," tutur Oby Winatra kepada Okezone, Kamis (12/11/2020).

ilustrasi

Petugas membersihkan fasilitas hotel (Okezone.com/Avirista)

"Jadi kamar yang sudah dipakai hari ini kita sterilisasi dulu sampai 1x24 jam. Itu makanya membuat jumlah kamar yang dioperasikan hanya separuhnya."

Sedangkan di Kusuma Agrowisata Hotel Kota Batu, dari total 150 unit kamar yang dimiliki, rata-rata terisi 40 kamar per harinya. Okupansi ini mulai terasa sejak September hingga akhir Oktober 2020.

Baca juga: Gelaran ICTM Diharapkan Mampu Dongkrak Pariwisata 

"Rata-rata per harinya sejak Agustus sampai sekarang itu 40 kamar per hari terisi. Kami juga mewajibkan seluruh tamu dan karyawan menaati protokol kesehatannya. Karena tamu yang ke sini biasanya tanya dulu bagaimana protokol kesehatannya," ucap Operational Manager Kusuma Agrowisata Hotel Devid Yohanes.

Hal serupa terjadi di Surabaya. Meski kasus Covid-19 di kota ini masih zona oranye, sejumlah hotel mulai mengalami peningkatan okupansinya.

Marketing and Branch Manager Harris Hotel Gubeng, Setiawan Nanang mengatakan, kenaikan okupansi mulai terjadi sejak Agustus.

"April, Mei, hingga Juni, dari 150 kamar yang kita punya hanya terisi 10 kamar per harinya. Bulan Agustus mulai pick up (naik), September mulai bagus, Oktober sudah bagus, tapi belum bisa penuh. Harus dibatasi 50 persen kapasitasnya," tutur pria yang disapa Iwan ini.

Menurut Iwan, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat di hotel, untuk mencegah penyebaran Covid-19. "Setelah tamu check out, kami lakukan disinfeksi selama 1x 24, jadi hari berikutnya tidak kami buka. Baru setelah sehari kami buka lagi untuk reservasi," jelasnya.

Director of Sales Marketing Hotel Bumi Surabaya Endah Retnowati mengakui okupansi hotelnya sempat anjlok hingga 100 persen.

"Kami sempat memutuskan tidak menerima tamu sama sekali pada April hingga Mei karena tingginya angka Covid-19 di Surabaya. Tapi maintenance (perawatan) tetap kita lakukan," tuturnya.

Sebagian Besar Hotel di Kota Batu Sudah Beroperasi

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi mengakui bila penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) pandemi Covid-19 dan bukanya tempat wisata ini cukup mendongkrak okupansi perhotelan di Kota Batu.

"Sudah 90 persen hotel beroperasi, dari jumlah total hotel di Kota Batu kembali beroperasi. Okupansi keseluruhan meningkat hingga 35 persen periode Juli - Agustus. Sempat turun saat PBB kedua Jakarta, tapi kini mulai meningkat lagi di atas 30 persen dari situasi normal," paparnya.

Terlebih sejumlah promo yang ditawarkan oleh agen tiket perjalanan online lanjut Sujud, mampu menarik minat masyarakat untuk kembali bepergian dan berlibur meski tetap wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

"Tetapi hal utama pengelola hotel harus memastikan bahwa penerapan protokol kesehatan harus sesuai standar. Hal ini dilakukan supaya wisatawan tidak takut datang dan menginap di Kota Batu," bebernya.

Sementara itu salah satu agen tiket perjalanan online, melalui Co-founder dan Chief Marketing Officer Tiket.com, Gaery Undara mengungkapkan, pihaknya berupaya membantu pemulihan sektor ekonomi wisata dengan menggelorakan berlibur aman di tengah pandemi Covid-19.

"Kami ingin sekali memulihkan pariwisata domestik. Kami juga percaya pariwisata di Indonesia, khususnya Jawa Timur bisa kembali menuju tren positif," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini