Labuan Bajo Jadi Destinasi Pertama Simulasi Protokol 3K

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 08:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 406 2308843 labuan-bajo-jadi-destinasi-pertama-simulasi-protokol-3k-s7QwIb68tF.JPG Simulasi protokol 3K di Labuan Bajo, NTT (Foto: Kemenparekraf)

LABUAN Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menjadi destinasi pariwisata pertama yang menggelar simulasi protokol kesehatan, keamanan, dan keselamatan (3K).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta didukung 23 kementerian/lembaga ini merupakan rangkaian paling akhir dari langkah penyusunan dan penerapan protokol kesehatan.

Upaya itu diharapkan mampu mendorong terciptanya kepercayaan wisatawan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Inaya Bay Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 12 November 2020 itu menyimulasikan tiga skenario penanganan ketanggapdaruratan.

Skenario pertama berfokus pada penanganan early warning system pada peristiwa gempa bumi yang berpotensi tsunami.

Baca juga: Berwisata ke Raja Ampat ala Malang, Asyik Loh

Skenario kedua berfokus pada penanganan ketanggapdaruratan pada peristiwa kecelakaan wisatawan yang mengalami serangan jantung.

Labuan Bajo

Sedangkan skenario ketiga, berfokus pada ketanggapdaruratan pada peristiwa kecelakaan kapal tenggelam maupun terbakar.

Keseluruhan skenario penanganan ketanggapdaruratan disimulasikan dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari BMKG, BNPB, TNI, Polri, Basarnas, BTNK, Kementerian Kesehatan, Tour Guide, Tim Terpadu, masyarakat, dan lainnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio dalam sambutannya mengatakan, pandemi Covid-19 membuat pariwisata tidak akan lagi sama.

Keindahan alam, budaya, seni yang didukung dengan infrastruktur dan konektivitas tidak lagi cukup. Maka dari itu, kedepannya pariwisata harus bisa lebih menjamin wisatawan dalam hal kesehatan, keamanan, dan keselamatan.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kita sebaiknya melakukan re-strategy terhadap kepariwisataan, agar setelah kita melalui pandemi ini justru pariwisata kita menjadi lebih baik bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya. Ke depan, strategi pariwisata harus lebih komprehensif dan terintegrasi," kata Wishnutama.

Ia menambahkan, apa yang dilakukan tersebut demi menjamin keseriusan terhadap penanganan kesehatan, keamanan, dan keselamatan di destinasi wisata.

Protokol ini juga menjadi hal penting untuk mempercepat pemulihan pariwisata dan mewujudkan quality tourism (pariwisata berkualitas). Sebagai langkah awal dalam mempercepat pemulihan pariwisata agar lebih berkualitas, aman, dan nyaman.

"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk seluruh tim gabungan yang telah bersinergi menyusun hingga melaksanakan rangkaian simulasi protokol kesehatan, keamanan, dan keselamatan ini," kata dia.

Dalam simulasi penanganan ketanggapdaruratan juga melibatkan berbagai peralatan dan sarana prasarana. Seperti pada simulasi peristiwa kecelakaan kapal tenggelam di depan Hotel Inaya Bay Komodo.

Disimulasikan, kapal yang membawa 10 penumpang dan tiga kru itu terbakar di tengah perjalanan. Kapten kapal kemudian memberikan sinyal kedaruratan ke command center mengenai kejadian yang dialami, titik koordinat, keterangan jenis kapal, dan jumlah penumpang.

Dari informasi yang diterima command center, Basarnas memimpin upaya penanganan langsung melakukan evakuasi melalui jalur udara. Didukung dua unit helikopter yang berisikan anggota penyelamat berkeahlian khusus, melakukan free jump ke laut untuk menyelamatkan para penumpang dan mengevakuasi ke helikopter guna mendapatkan pertolongan pertama.

Sementara dari jalur laut melibatkan enam kapal sea rider (kapal taktis) yang juga bergerak menuju titik kecelakaan dan melakukan evakuasi korban guna mendapat pertolongan. Di dermaga, telah bersiap ambulans dari Kementerian Kesehatan yang akan membawa para korban ke rumah sakit.

Turut hadir dalam kegiatan ini Presiden Joko Widodo yang menyampaikan sambutan secara virtual, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G. Plate.

Hadir pula Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Kepala Badan Nasional dan Pertolongan Bagus Puruhito, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Doni Monardo, Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati, anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira, dan Dirut BOPLBF Shana Fatina.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini