Kemenparekraf Harap ICTM Digelar Berkelanjutan di Berbagai Kota

Avirista Midaada, Jurnalis · Sabtu 14 November 2020 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 406 2309218 kemenparekraf-harap-ictm-digelar-berkelanjutan-di-berbagai-kota-GpbnDKIrGl.jpg ICMT 2020 di Kota Batu, Jawa Timur (Okezone.com/Avirista)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar Indonesia Corporate Travel and MICE (ICTM) di Kota Batu, Malang Raya, Jawa Timur, 12-14 November 2020. Event seperti ini diharapkan bisa terus digelar di kota-kota lain di Indonesia.

Koordinator Promosi dan Pendukung Wisata, Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran Kemenparekraf Titik Wahyuni mengatakan, gelaran ICTM bisa berdampak positif dalam menghidupkan lagi wisata MICE yang sempat redup akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Labuan Bajo Jadi Destinasi Pertama Simulasi Protokol 3K

Gelaran ICTM 2020 seperti di Malang Raya bisa mempertemukan pembeli (buyer) dan penjual (seller) produk wisata, sehingga sangat baik jika digelar secara berkelanjutan di kota-kota lain, agar ekonomi bisa tumbuh.

"Berharap kegiatan ICTM ini bisa sustainable (berkelanjutan) tumbuh dan bergerak," katanya kepada Okezone di sela event ICTM di Kota Batu, Jumat 13 November 2020.

ICTM sudah dua kali digelar dan terbukti dampak positif bagi pelaku wisata, karena mereka bisa saling bertukar pasar dalam event ini.

"Kemarin kopi chat yang kami dengar dari teman-teman buyer, bagi mereka kegiatan ICTM sesuatu yang baru, bagi mereka yang biasanya ke mana kita ngobrol tidak ada wadahnya, adanya ICTM bisa mengeksplor pasar kontak baru," terangnya.

“Begitu juga dari buyer, ternyata ada banyak produk yahg bisa mereka dapatkan untuk mengekspos bisnisnya juga," imbuhnya.

Baca juga: Harapan Menuju Gerbang Pemulihan

Titik yakin ICTM bisa mendorong transaksi lebih banyak sehingga bisa mendongkrak perekonomian. Mengingat pendekatan ICTM mempertemukan antara para korporasi besar dengan pelaku-pelaku usaha.

"Karena ICTM ini punya sesuatu yang berbeda dari be to be, sebelum covid dari buyernya berbagai korporasi dari oil gas, travel, travel hal biasa, ada furnitur, dari mining juga," ungkapnya.

Namun, gelaran transaksi lewat ICTM tetap memperhatikan sisi protokol kesehatan Covid-19.

"Saat ini yang utama adalah kesehatan, dibanding tadi variabel lain, protokol kesehatan layanan utama, itu skenarionya. Pendorong pendukung untuk kegiatan kita harus disiplin menerapkan protokol CHSE, apakah itu di meeting-nya, di atraksinya, transportasi, bandaranya, semua mengacu ke protokol kesehatan," tukasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini