8 Kebijakan Pengembangan MICE Pemprov Jawa Timur untuk Bangun Pariwisata

Avirista Midaada, Jurnalis · Sabtu 14 November 2020 05:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 406 2309279 8-kebijakan-pengembangan-mice-pemprov-jawa-timur-untuk-bangun-pariwisata-V5jzKxnIvH.jpg Kegiatan MICE/ICTM di Malang. (Foto: Avirista/Okezone)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terus berupaya mempromosikan sektor pariwisata berbasis MICE atau pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran. Bahkan sejumlah aturan mengenai pengaturan sektor-sektor wisata.

"Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur telah memiliki Perda Nomor 6 tahun 2017 tentang Rencana Induk Kepariwisataan Jawa Timur. Itu juga mengatur pengembangan MICE di dalamnya," ungkap Kabid Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur Ansari, saat dimintai keterangan, baru-baru ini.

Menurut Ansari, ada 8 kebijakan mengenai pengembangan MICE yang telah dicetuskan Pemprov Jawa Timur. Dari delapan aspek kebijakan tersebut di antaranya aspek pengembangan wisata baru, pengembangan daerah wisata dengan kawasan, mengembangkan konsep pemasaran, hingga meningkatkan citra brand image untuk wisata MICE sendiri.

Baca Juga: Pemerintah Janjikan Internet Super Cepat di Labuan Bajo demi Manjakan Wisatawan 

Dari sana lanjut Ansari, Jawa Timur diakui mempunyai sektor-sektor yang terkait dengan pendukung infrastruktur dan sarana prasarana yang memadai.

"Jawa Timur mempunyai potensi yang luar biasa untuk pasar MICE dengan kesiapan infrastruktur dan sarana prasarana yang mendukung dan wisata yang tersebar. Ini menjadi Jawa Timur layak dijadikan destinasi MICE di Jawa Timur," terang Ansari kembali.

 

Terlebih sejumlah wilayah di Jawa Timur mempunyai keterikatan dan saling melengkapi satu dengan lainnya. Di sektor industri misalnya, Jawa Timur punya kawasan Surabaya raya meliputi Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik,

"Jawa Timur punya Malang Raya untuk mempopulerkan MICE dengan wisata alamnya. Banyuwangi juga dilirik sebagai wisata alam, di sana muncul hotel - hotel ternama," tuturnya.

Namun mengingat masa pandemi Covid-19 yang belum mereda Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menelurkan sejumlah kebijakan terkait aturan protokol kesehatan Covid-19 di hotel dan kawasan wisata.

"Pemerintah Jawa Timur melalui ibu gubernur telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur di bulan Juni tatanan kebiasaan baru untuk pariwisata terkait protokol kesehatan Covid-19, dalam rangka pencegahan dan, penanggulangan Covid-19 di lokasi wisata, bekerjasama dengan Kemenparekraf," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini