Napak Tilas Perjuangan Jenderal Sudirman di 5 Museum

Ersa Ambarita, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 408 2308999 napak-tilas-perjuangan-jenderal-sudirman-di-5-museum-R2ZFzBxNQO.jpg Museum Vredeburg. (Foto: Kemendikbud)

PANGLIMA Jenderal Sudirman adalah salah satu tokoh Indonesia yang mengabdikan masa mudanya untuk memperjuangkan kedaulatan negara. Karena jasanya tersebut, maka banyak museum yang menyimpan koleksi sejarah perjalanan hidup Jenderal Sudirman.

Misalnya saja dalam agresi militer II, RI menyerah dan ibu kota Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda. Hal ini disikapi Jenderal Sudirman dengan perlawanan gerilya. Meski dalam keadaan tidak sehat, ia tetap memimpin para pejuang Indonesia dengan strategi perangnya.

Taktik perang gerilya yang diinisiasi Jenderal Sudirman berhasil membuktikan kekuatan militer Indonesia di hadapan dunia. Aksinya ini juga membuat dirinya sangat disegani dan dikenal sebagai ahli strategi yang tangguh.

Tak sedikit tempat wisata sejarah yang mengenang dan menghargai setiap jasanya. Seperti pada lima museum berikut ini yang memiliki koleksi jejak rekam Jenderal Sudirman yang perlu Anda ketahui.

Baca Juga: Labuan Bajo Lolos Sertifikasi CHSE, Wishnutama: Wisatawan Nyaman Berlibur

Monumen Jogja Kembali (Monjali)

 monjali

Saksi bisu perjuangan Jenderal Sudirman juga dapat ditemukan di Monumen Jogja Kembali, tepatnya di Jalan Ring Road Utara, Padukuhan Jongkang, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Monumen ini memiliki bentuk seperti tumpeng yang kian mengerucut ke atas. Ada banyak peninggalan-peninggalan para pejuang bangsa disimpan dan dirawat di tempat ini. Seperti bambu-bambu runcing dan tempat tidur Presiden Soekarno.

Sementara itu, jejak heroik Jenderal Sudirman yang tersimpan di monumen ini adalah tandu asli yang pernah digunakan Jenderal Sudirman saat bergerilya sejauh 1.009 kilometer. Keistimewaan monumen ini juga terlihat dari foto-foto perang yang dipajang di dinding monumen.

Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman

Semangat perang dan kesetiaannya kepada bangsa membuat kediaman Jenderal Sudirman dijadikan sebagai museum bersejarah. Lokasi museum ini ada di Jalan Bintaran Wetan Nomor 3, Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta.

Kata-kata Jenderal Sudirman ketika ia berjuang di tengah sakitnya yang kian parah selalu diingat dalam buku-buku sejarah.

“Yang sakit adalah Sudirman. Panglima Besar tidak sakit,” ucapnya kala itu kepada Presiden Soekarno.

Ragam lukisan dan barang-barang peninggalan Sudirman diletakkan di dalam museum. Terdapat juga beberapa diorama dan patung Jenderal Sudirman yang ditandu. Menariknya, di dalam museum ini Anda dapat melihat peta strategi pertempuran Palagan Ambarawa yang dipakai saat mengusir Inggris. Museum Sasmitaloka terbilang sangat lengkap karena cerita hidup Sudirman dengan keluarganya dapat ditemukan di empat belas ruangan museum.

 

Museum Purbalingga Sudirman

Jenderal Sudirman lahir di Kabupaten Purbalingga, tepatnya di Dukuh Rembang, Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Jawa Tengah. Rumah masa kecilnya ini dijadikan sebagai Museum Purbalingga Sudirman atau Monumen Tempat Lahir Panglima Besar Jenderal Soedirman. Bangunan pada rumah identik dengan gaya arsitektur Jawa yang berbentuk joglo dan terbuat dari anyaman bambu. Museum ini menyimpan kisah hidup Sudirman kecil sebelum diadopsi oleh pamannya Raden Cokrosunaryo.

Ketika berkunjung ke museum ini, Anda dapat menemukan meriam, panser, dan diorama perjalanan hidup Sudirman. Uniknya, di dalam museum ini juga terdapat ayunan rotan tradisional yang digunakan menimang Sudirman saat bayi.

Museum Vredeburg

 vredeburg

Museum Vredeburg terletak di Jalan Margo Mulyo Nomor 6, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Di sejumlah bangunan terdapat 5 diorama utama yang dilengkapi dengan layar sentuh informatif. Bangunan pada museum ini memiliki pola arsitektur Eropa.

Beberapa peninggalan Jenderal Soedirman yang dapat ditemukan di tempat ini adalah keris Kiai Slamet, kendil dalung, sarung keris, sepatu, meja dan kursi tamu, tempat tidur, dan perlengkapan dapur.

Museum benteng peninggalan Belanda sangat terawat, bersih, dan lengkap koleksinya. Tempat ini cocok dikunjungi bersama keluarga. Akan ada pemandu yang bisa menjelaskan secara detail tentang keistimewaan Museum Vredeburg.

Museum Sudirman

Usai membuktikan kegigihannya memukul mundur pasukan Belanda, Jenderal Sudirman akhirnya dibawa ke Kota Magelang untuk kembali menjalani perawatan. Tempat ini dipilih oleh Presiden Soekarno karena pada saat itu Magelang menjadi salah satu lokasi yang aman dan tenang. Akhirnya, Jenderal Sudirman pun menempati rumah dinas di Magelang selama tiga bulan hingga ia menghembuskan napas terakhirnya di usianya yang ke 34.

Dengan nilai historis yang panjang, pada 1976 rumah Sudirman pun dijadikan sebagai Museum Sudirman. Museum ini terdiri dua bangunan, yakni bangunan utama yang pernah ditempati Jenderal Sudirman. Kemudian bangunan belakang yang pernah ditempati dua orang ajudannya, Soepardjo Roestam dan Tjokropranolo.

Di dalam bangunan ini terdapat banyak peninggalan asli dan replika yang menggambarkan sosok Soedirman. Peninggalan tersebut meliputi ruang tamu, ruang kerja, ruang dokter pribadi, ruang keluarga, kamar tidur, ruang makan, dan dapur. Pengunjung juga bisa melihat replika tandu yang pernah digunakan Jenderal Sudirman selama bergerilya. Museum Sudirman terletak di Jalan Ade Irma Suryani Nomor C7, Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini