Labuan Bajo Dibangun, Desa Wisata Wae Rebo Dipromosikan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 14 November 2020 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 14 406 2309473 labuan-bajo-dibangun-desa-wisata-wae-rebo-dipromosikan-rdjl4rvKkQ.jpg Labuan Bajo. (Okezone)

DIREKTUR Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores Shana Fatina memastikan bahwa promosi potensi wisata Labuan Bajo terus berjalan. Meski saat ini pembangunan infrastruktur dan sarana prasana (sarpras) sedang dilakukan

Karenanya, sebagai salah satu pintu gerbang pariwisata Nusa Tenggara Timur, Labuan Bajo sebetulnya memiliki peluang besar untuk menggaet lebih banyak lagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Maka dari itu, BOPLBF akan tetap menyiapkan sejumlah strategi khusus dan terus melanjutkan promosi agar branding Labuan Bajo sebagai destinasi premium menggaung hingga di kancah internasional.

"Promosi masih dilanjutkan. Ketika kita ngomongin Labuan Bajo, Labuan Bajo itu sendiri adalah pintu gerbang pariwisata NTT. Artinya, wisatawan yang hendak berkunjung ke Flores, Alor, hingga Lembata, masuknya ya dari Labuan Bajo. Atau orang bisa masuk dari Maumere untuk melihat Danau Kelimutu, tapi saat pulang, mereka biasanya transit di Labuan dulu. Jadi tidak ada alasan untuk menghentikan promosi potensi wisata Labuan Bajo," kata Shana Fatina saat ditemui Okezone di Hotel Inaya Bay, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat 13 November 2020..

Baca Juga: Belum Mampu ke Green Canyon, Coba Saja Mampir ke Brown Canyon

Baca Juga: Pulau Rinca Tutup, Paket Wisata Sailing Labuan Bajo Dipromosikan

Justru saat ini adalah waktu yang tepat untuk menggali lebih banyak lagi potensi-potensi wisata Labuan Bajo yang belum dilirik oleh wisatawan. Shana pun berharap agar para penyedia jasa perjalanan (tour and travel) untuk ikut berkontribusi menciptakan paket-paket wisata baru yang menarik.

Ambil contoh Desa Wisata Wae Rebo yang sejatinya menyuguhkan nuansa pedesaan dengan pemandangan alam yang memikat. Bila dibandingkan Taman Nasional Komodo, popularitas Wae Rebo memang masih belum dikenal luas.

Namun, potensinya tidak kalah dengan deretan pulau-pulau eksotis yang berada di Taman Nasional Komodo. Tempat ini juga masih berada di bawah naungan Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores.

"Kemudian ada Lingko Spider Web Rice Field yang ada di Ruteng, Manggarai Barat. Ini juga sangat menarik dan sudah terbukti berhasil menggaet perhatian wisatawan mancanegara. Secara keseluruhan, kalau kita identifikasi ada sekitar 37 titik wisata utama yang tersebar di 11 kabupaten yang berada di bawah koordinasi kami. Semuanya tidak kalah menarik," ungkap Shana Fatina.

Baca Juga: 8 Kebijakan Pengembangan MICE Pemprov Jawa Timur untuk Bangun Pariwisata

"Jadi sebetulnya tidak apa-apa ke Labuan Bajo meski sedang ada pembangunan. Wisatawan tetap bisa sailing, bisa tetap naik ke Wae Rebo, bisa pergi ke tempat yang lain. Tidak perlu khawatir karena mereka akan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan ketika datang ke Labuan Bajo," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini