Labuan Bajo Bersolek, Sisi Keindahan Lokal Tak Akan Hilang

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 14 November 2020 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 14 406 2309483 labuan-bajo-bersolek-sisi-keindahan-lokal-tak-akan-hilang-pkqIGwhExZ.jpg Bandara Labuan Bajo. (Foto: Okezone)

LABUAN Bajo terus bersolek diri. Setelah ditetapkan sebagai destinasi premium dan tuan rumah KTT G20 pada 2023 mendatang, pemerintah pun langsung menggenjot pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana (sarpras) penunjang.

Sempat ada kekhawatiran bahwa pembangunan infrastruktur dan sarpras tersebut akan mengikis nilai-nilai kebudayaan dan kearifan lokal. Namun menurut penuturan, Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata, Shana Fatina, seluruh proses pembangunan yang dilakukan oleh sejumlah kementerian/lembaga terkait sejatinya mengutamakan triangle of sustainability.

"Kalau kita melihat masa lalu mungkin seperti itu. Tapi sekarang tidak. Justru dengan ditetapkannya Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas ini, kami benar-benar mulai dari awal, termasuk menentukan konsep pengembangan Labuan Bajo itu akan seperti apa," ujarnya kepada Okezone di Hotel Inaya Bay, Jumat 13 November 2020.

Baca Juga: Labuan Bajo Dibangun, Desa Wisata Wae Rebo Dipromosikan

Shana mengatakan, konsep yang hendak dikembangkan untuk Labuan Bajo sendiri adalah konsep pariwisata berkualitas premium, berkelanjutan, dan kelas dunia. Dalam arti lain, prinsip-prinsip dasar sustainable tourism atau wisata berkelanjutan akan dijunjung tinggi pada setiap prosesnya.

labuan

Ini termasuk menjaga nilai-nilai kebudayaan dan kearifkan lokal, serta melestarikan alam dan ekosistemnya. Shana menyadari bahwa banyak wisatawan yang rela jauh-jauh datang ke Labuan Bajo untuk menikmati keindahan alamnya.

"Alam itu sudah pasti jadi tujuan utama orang datang ke sini. Tetapi mereka tentu membutuhkan fasilitas dasar yang baik, sinyal bagus, listrik ada, air bersih ada, kemudian bertemu dengan kehangatan penduduk lokal. Dan ini yang paling utama sebenarnya," tambah Shana.

Baca Juga: Labuan Bajo Dikunjungi 20 Ribu Turis Sepanjang 2020, Termasuk Artis dan Influencer

Shana tidak memungkiri bahwa untuk menyelaraskan seluruh prinsip-prinsip dasar wisata berkelanjutan tersebut, membutuhkan usaha yang lebih besar. Namun hal itu dinilai bukanlah masalah berarti, bila kedepannya masyarakat lokal turut merasakan hasil dari pariwisata di daerahnya sendiri.

Baca Juga: 7 Lokasi Bulan Madu Paling Romantis di Dunia, Bali Juaranya

"Memang kita jadi lebih banyak effort karena harus berdiskusi dengan banyak komunitas tapi menurut saya itu tidak ada masalah. Justru pembangunan ke depan adalah pembangunan yang bisa mensinergikan antara kesejahteraan, lingkungan, dan juga bagaimana bisa sustain," kata Shana.

Baca Juga: Belum Mampu ke Green Canyon, Coba Saja Mampir ke Brown Canyon

"Kami sangat yakin sekali semua itu bisa terwujud karena didukung oleh semua instansi, pemerintah daerah, dan masyarakat Labuan Bajo juga mau pariwisatanya naik level karena meereka percaya ini akan membawa kesejahteraan. Jadi tidak perlu khawatir, pembangunan yang kita lakukan di Labuan Bajo Flores sudah pasti mengutamakan triangle of sustainability," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini