Balai Besar TNBTS Tambah Kuota Wisatawan Bromo

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 15 November 2020 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 15 406 2309819 balai-besar-tnbts-tambah-kuota-wisatawan-bromo-FgUptzLxjd.JPG Kawasan wisata Gunung Bromo (Foto: Okezone.com/Avirista Midaada)

BALAI Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) menambah kapasitas wisatawan yang masuk ke kawasan wisata Gunung Bromo.

Penambahan kapasitas menjadi 50 persen dari total kapasitas daya tampung ini diputuskan setelah hasil evaluasi penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang telah berjalan.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas BB-TNBTS, Sarif Hidayat mengungkapkan, wisawatan di Gunung Bromo telah bertambah dari 1.265 orang per hari menjadi 1.634 orang wisatawan.

"Hari Jumat telah dilakukan penambahan kapasitas pengunjung 50 persen, ini merupakan reaktivasi tahap tiga yang sebelumnya di tahap dua di angka 40 persen," ujar Sarif dalam keterangannya kepada Okezone, Minggu (15/11/2020).

Baca juga:Ā Satgas Covid-19 Mungkin Rekomendasikan Libur Panjang pada Desember

Kawasan Wisata Bromo

Dari jumlah 1.634 wisatawan per harinya, Sarif merinci kuota spot-spot di area Gunung Bromo seperti Bukit Cinta dengan kapasitas maksimal diisi 56 orang per hari, Penanjakan sebanyak 339 orang per hari.

Selanjutnya, di Bukit Kedaluh maksimal 172 orang per hari, Mentingen kapasitas 200 orang per hari, Padang Savana Teletubbies hanya diperbolehkan untuk 867 wisatawan per harinya.

"Ditetapkan setelah dilakukan rapat monitoring dan evaluasi reaktivasi bertahap wisata Bromo," katanya.

Para pengunjung ke kawasan Bromo, lanjut Sarif, harus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Beberapa di antaranya adalah menggunakan masker, membawa cairan pembersih tangan, serta memperhatikan kriteria kebersihan dan keamanan.

Selain itu, para wisatawan juga harus membawa surat keterangan sehat dari dokter atau hasil tes cepat Covid-19 yang masih berlaku. Kemudian, pengunjung yang diperbolehkan untuk berada di kawasan Bromo adalah pengunjung dengan usia maksimal 60 tahun.

"Selain itu, juga harus tetap menjaga jarak, tidak berkerumun, dan menjaga ketertiban," ujar Sarif.

Sebagai informasi, Gunung Bromo sendiri kembali buka di masa adaptasi kebiasaan baru selama pandemi Covid-19. Reaktivasi pembukaan Gunung Bromo dimulai pada Jumat 28 Agustus 2020 dengan kapasitas 20 persen dari total okupansi Gunung Bromo.

Selanjutnya secara bertahap, Gunung Bromo dilakukan reaktivasi dengan peningkatan jumlah kapasitas wisatawan yang masuk, hingga tahap ketiga saat ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini