Bunaken Masuk Cagar Biosfer UNESCO, La Nyalla Dorong Pariwisata Sulawesi Utara

Minggu 15 November 2020 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 15 406 2309991 bunaken-masuk-cagar-biosfer-unesco-la-nyalla-dorong-pariwisata-sulawesi-utara-IWn5Qys90v.JPG Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti saat kunjungan kerja ke Manado (Foto: DPD RI)

BUNAKEN Tangkoko Minahasa resmi diakui oleh UNESCO sebagai Biosphere Reserves atau Cagar Biosfer UNESCO. Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti menegaskan dirinya sangat mendukung agar pariwisata di Sulawesi Utara semakin diakui dunia.

“Kita tahu Bunaken saat ini sudah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu Cagar Biosfir. Tentunya hal ini menambah nilai jual pariwisata yang ada di Sulawesi Utara,” ujar La Nyalla di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulut melalui siaran pers yang diterima Okezone, Minggu (15/11/2020).

Ia juga mendorong pemerintah daerah di Sulut untuk menunjang destinasi wisata di daerahnya masing-masing. Apalagi dampak pandemi Covid-19, pariwisata menjadi salah satu sektor yang terkena imbasnya.

"Sosialisasikan kembali dan optimalkan pariwisata di Sulut, sehingga pada saatnya, setelah Pandemi ini mereda, kita siap bangkit dengan cepat. Karena memang akibat pandemi, pariwisata kita jadi lesu," terangnya.

La Nyalla Mattalitti

Meski begitu, dirinya mengimbau agar pemda mempersiapkan infrastruktur pariwisata sebaik mungkin. Termasuk semua hal yang diperlukan untuk menunjang protokol kesehatan Covid.

Baca juga: Serunya Pacu Adrenalin dengan Meluncur di Water Slide Lemukih

"Protokol kesehatan jangan sampai diabaikan. Pemda harus betul-betul mempersiapkannya," sambung La Nyalla.

Terdapat banyak destinasi wisata di Sulut. Selain Bunaken, ada Pulau Siladen yang masih berada di Kepulauan Bunaken, pulau-pulau indah di sekitar Manado. Ada pula Air Terjun Kima Atas, dan berbagai pantai yang memiliki pesona luar biasa.

Selain destinasi wisata, La Nyalla menyebut kuliner di Sulut banyak yang bisa menarik wisatawan. Ia pun mendorong agar kuliner Sulut makin digemari dan dicari.

“Pelaku UMKM bisa berinovasi dengan membuat produk makanan khas Sulut kemasan. Bisa dijual hingga ke luar negeri dengan teknologi pangan," ujar dia.

"Ada Tinutuan, sambal Roa, Woku Blanga, Dabu-dabu yang semuanya mempunyai cita rasa Indonesia yang kaya rempah. Kita harus dukung agar bisnis kuliner di Sulut semakin berkembang lagi," katanya menimpali.

Setiba di Bandara Sam Ratulangi, La Nyalla disambut empat senator asal Sulut yakni Maya Rumantir, Stafanus BAN Liow, Cherish Harriette, dan Djafar Alkatiri.

Turut hadir Sekda Provinsi Sulut, Edwin Silangen dan Forkopimda, Kapolda Sulut, Pangdam XIII Merdeka, Kajati Sulut, Danlantamal serta Danlanudsri.

Tarian khas Minahasa, Kawasara, yang juga disebut Sakalele turut menyambut kedatangan La Nyalla beseta rombongan senator dari beberapa provinsi yang mengikuti kunjungan kerja tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini