5 Camilan Singkong Ini Selalu Dicari Traveler saat Blusukan ke Pasar

Jaya Wanda Puspa Bekti, Jurnalis · Senin 16 November 2020 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 301 2310319 5-camilan-singkong-ini-selalu-dicari-traveler-saat-blusukan-ke-pasar-rIy67cZNEE.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

SINGKONG merupakan salah satu umbi-umbian yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia untuk dijadikan makanan dan camilan. Ada banyak macam camilan singkong yang bisa Anda cicipi di waktu senggang.

Bahkan di setiap daerah memiliki ciri khasnya camilan singkong yang enak disantap. Misalnya saja di Pulau Jawa ada gethuk, sawut, juga combro yang bikin nagih.

Berikut lima ulasan camilan singkong yang bisa Anda nikmati saat traveling. Simak yuk ulasan selengkapnya!

Baca Juga: Deretan Desa Adat di Indonesia yang Jadi Destinasi Wisata Unik

Gethuk

Jajanan tradisional satu ini berasal dari Magelang, Jawa Tengah. Namun saat ini sudah banyak tersedia di pasar tradisional kota-kota besar.

Gethuk sendiri terbuat dari singkong rebus yang ditumbuk bersama gula dan garam hingga padat atau bisa juga dengan mesin penghalus singkong yang saat ini lebih banyak digunakan oleh produsen Gethuk untuk mempersingkat waktu pengerjaan.

Makanan ini sangat cocok dikonsumsi sebagai pengganti nasi, karena singkong adalah karbohidrat kompleks yang tentunya lebih baik dari karbohidrat di dalam nasi.

Rasa dari gethuk adalah manis dan gurih karena ditaburi kelapa parut kukus, teksturnya pun legit dan empuk. Tak heran jika Gethuk menjadi makanan favorit banyak orang, selain itu harganya pun sangat murah dan mudah untuk dijumpai.

Combro dan misro

Combro dan misro adalah kakak beradik yang datang dari Jawa Barat. Nama Combro sendiri memiliki arti "oncom di jero" atau oncom di dalam. Sedangkan misro artinya "amis di jero" atau manis di dalam.

Combro dan misro lebih enak dinikmati ketika masih panas. Sajian ini bisa dengan mudah ditemui di pedagang gorengan, atau bisa dibuat sendiri dirumah karena cara pembuatanya sangat mudah.

Cara pembuatan combro adalah dengan memarut singkong dan kelapa, lalu campur dengan ketumbar bubuk dan daun bawang, kemudian uleni dan buat seperti bola yang dalamnya diberi oncom, lalu goreng hingga warnanya kecoklatan.

Untuk misro, parut singkong dan kelapa lalu beri tepung maizena dan uleni, kemudian bentuk bola yang diberi isian gula aren/merah, bola-bola Misro tadi bisa langsung digoreng hingga warnanya kecoklatan.

Sajian Combro yang sedikit pedas dan Misro yang manis sangat cocok dimakan ketika pagi hari bersama segelas teh hangat.

 

Sawut

Makanan khas Jawa Tengah memang terkenal memiliki cita rasa yang manis, salah satunya adalah Sawut yang merupakan makanan khas Yogyakarta.

Sawut adalah olahan singkong yang paling mudah untuk dibuat daripada olahan singkong lainya.

Cara pembuatanya dengan memarut singkong lalu diberi gula merah dan di kukus hingga menjadi lengket. Setelah selesai, beri taburan kelapa parut kukus agar menambah rasa gurih. Sawut bisa dimakan ketika hangat maupun dingin, karena rasa enaknya tidak berubah.

Makanan ini bisa dengan mudah dibeli tukang jamu keliling, karena biasanya mereka akan menjual makanan khas Yogyakarta ini.

Tiwul

Tiwul merupakan makanan olahan singkong yang berasal dari Gunungkidul, Jawa Tengah, rasa dari tiwul cukup unik dan berbeda dari olahan singkong lain.

Biasanya masyarakat Gunungkidul menjadikan tiwul sebagai pengganti nasi, maka dari itu makanan ini disebut juga nasi tiwul.

Cara membuatnya dengan mengeringkan singkong, kemudian di tumbuk hingga menjadi seperti butiran nasi, lalu kukus dengan menambahkan gula merah agar rasanya lebih manis dan tambahkan kelapa parut kukus ketika sudah matang.

Rasa dari tiwul jika tidak diberi gula akan hambar seperti nasi, namun jika diberi gula akan manis dan lezat. Tiwul banyak dijual oleh tukang jamu keliling.

Baca Juga: Mau Liburan ke Thailand? Ini Syaratnya 

Ketimus

Makanan lezat satu ini siapa yang tidak tahu? Ketimus adalah olahan singkong yang berasal dari Jawa Barat dan biasa dijumpai di acara tertentu, seperti syukuran.

Cara membuatnya pun cukup mudah, parut singkong dan kelapa kemudian diberi tepung tapioka dan gula merah, lalu diuleni dan bungkus menyerupai persegi panjang menggunakan daun pisang kemudian kukus hingga matang.

Rasa dari ketimus sangat manis dan legit, makanan ini bisa dikonsumsi selagi hangat ataupun dingin karena tidak mengubah rasa lezatnya.

Ketimus bisa dijumpai di pasar-pasar tradisional dan acara syukuran, karena orang sunda suka sekali membuat ketimus untuk disuguhkan kepada tamu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini